Sulsel

1 Tahun Kepemimpinan Daeng Manye-Hengky, IPLM Takalar Melonjak, Anne Tauwwa Bukti-na

84
×

1 Tahun Kepemimpinan Daeng Manye-Hengky, IPLM Takalar Melonjak, Anne Tauwwa Bukti-na

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Takalar — Memasuki satu tahun kepemimpinan, Bupati Takalar Daeng Manye bersama Wakil Bupati Takalar H. Hengky Yasin menunjukkan capaian membanggakan di bidang pembangunan sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Takalar melonjak signifikan, menempati peringkat 4 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan posisi 33 besar secara nasional.

Capaian ini menjadi lompatan besar dibandingkan tahun sebelumnya, di mana Kabupaten Takalar berada pada peringkat 20 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan Surat Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nomor B.844/4/APB.00.02/II.2026 tertanggal 20 Februari 2026 yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, nilai IPLM Kabupaten Takalar tahun 2025 tercatat sebesar 26,38.

Bupati Takalar menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan berkah di Bulan Suci Ramadan sekaligus bukti bahwa arah pembangunan daerah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia berada pada jalur yang tepat.

“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada fisik dan infrastruktur semata, tetapi bagaimana kita membangun sumber daya manusianya terlebih dahulu. Kemajuan suatu daerah dapat dilihat dari masyarakatnya yang sehat, berpendidikan, dan berdaya saing. Dengan literasi, kita dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka akses informasi yang lebih luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peningkatan literasi masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Takalar yang unggul, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Syainal Mannan, menyebut bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga perpustakaan, satuan pendidikan, komunitas literasi, hingga partisipasi aktif masyarakat.