TNI Polri

Kodim 1406/Wajo Fasilitasi Mediasi, Wartawan dan Anggota Intel Kodam XIV/Hasanuddin Sepakat Berdamai

434
×

Kodim 1406/Wajo Fasilitasi Mediasi, Wartawan dan Anggota Intel Kodam XIV/Hasanuddin Sepakat Berdamai

Sebarkan artikel ini

BugisPos, Wajo – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti ruang Media Center Kodim 1406/Wajo pada Selasa (11/11/2025) siang. Di tempat tersebut, dua pihak yang sempat berselisih — wartawan Berita Wajo, Edi Sudirman, dan oknum anggota Unit Intel Kodam XIV/Hasanuddin berinisial T — akhirnya bertemu untuk menyelesaikan perbedaan secara baik-baik dengan kepala dingin dan hati terbuka.

Setelah sempat menjadi perhatian publik, keduanya kini memilih jalan damai. Melalui proses mediasi yang berlangsung tenang dan penuh kekeluargaan, Edi dan T sepakat mengakhiri kesalahpahaman yang sempat terjadi. Keduanya saling memaafkan dan menyatakan mencabut seluruh tuntutan yang pernah dilayangkan.

Proses mediasi ini difasilitasi langsung oleh pihak Kodim 1406/Wajo dan disaksikan oleh Dan BKI C Den Intel Kodam XIV/Hasanuddin Kapten Mahdianto, Pasi Intel Kodim 1406/Wajo Kapten Gaffar, Dan Unit Intel Kodim 1406/Wajo Peltu Raiyyan, serta sejumlah awak media. Kehadiran para pihak tersebut mencerminkan tekad bersama untuk menjaga keharmonisan dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan damai yang berisi beberapa poin kesepakatan, antara lain:

1. Menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan tanpa proses hukum lanjutan.

2. Membatalkan seluruh tuntutan yang telah diajukan sebelumnya.

3. Tidak akan saling menuntut di kemudian hari.

4. Berkomitmen menjaga perdamaian serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Penandatanganan surat damai dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan, sebagai bentuk komitmen bersama untuk menegakkan semangat silaturahmi dan kedamaian.

“Perdamaian ini diharapkan menjadi contoh bahwa setiap persoalan, sekecil atau sebesar apa pun, bisa diselesaikan melalui musyawarah dan hati yang lapang,” ujar salah satu perwira yang turut memfasilitasi proses mediasi tersebut.

Langkah damai ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, baik dari kalangan jurnalis maupun aparat. Mereka menilai penyelesaian yang mengedepankan dialog dan saling pengertian mencerminkan budaya luhur masyarakat Wajo — yang menjunjung tinggi nilai-nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge.

Dengan berakhirnya perselisihan ini, diharapkan hubungan baik antara insan pers dan aparat keamanan di Kabupaten Wajo semakin harmonis. Perdamaian ini menjadi bukti bahwa sinergi dan komunikasi yang baik merupakan kunci menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.