HTTP Status[404] Errno [0]

Ayam Ketawa, Satwa Langka Tanah Bugis

25 July 2012 15:49
Ayam Ketawa, Satwa Langka Tanah Bugis
Ayam ketawa dari tanah Bugis
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Ayam ketawa dari tanah Bugis

BugisPos.com — Penuturan salah seorang tokoh masyarakat Sidrap mengatakan bahwa dahulunya Ayam ketawa hanya dipelihara dan berkembang di lingkungan kerajaan Bugis terutama di kalangan Bangsawan Bugis yang merupakan symbol status sosial. Ayam Ketawa termasuk satwa langka dan ternyata hanya terdapat di Kabupaten Sidrap, Sulawesi selatan.

Keunikan ayam jenis ini adalah saat berkokok mengeluarkan suara seperti orang ketawa dengan interval suara cepat disebut Garetek dan dengan interval suara Lambat disebut Gaga’ serta suara mendayu-dayu disebut Dodo.

Pada waktu dan tempat yang berbeda salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah asal Kabupaten Sidrap menjelaskan secara lebih detail lagi bahwa daerah awal penyebaran Ayam Ketawa berada di sekitar Kecamatan Panca Rijang, Kec Baranti dan sekitarnya , diantaranya kampung Simpo, Arasi’e, Rapang, Benteng, Paseno dan Tonronge. Kampung-kampung tersebut dahulunya merupakan kampung-kampung tua yang masuk dalam wilayah bekas pusat Kerajaan Bugis yang disebut daerah Rappang.

Di mulai pada tahun 2005 guna mendorong pelestarian dan penyebaran Ayam Ketawa (Manu’ Gaga’) Pemerintah Kabupaten Sidrap yang di pimpin oleh Bupatinya saat itu yang memberikan perhatian terhadap satwa langkah tersebut dengan tujuan agar tetap lestari dan tidak musnah selanjutnya mengeluarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat memotivasi masyarakat untuk memelihara Ayam Ketawa, diantaranya dengan mengadakan Perlombaan2, Penyuluhan tentang cara Pemeliharaan, Perawatan serta Penyediaan Vaksinasi secara Gratis dll.

Seiring dengan perkembangan zaman dan sejalan dengan kebijaksanaan yang telah ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Sidrap lama kelamaan Ayam Ketawa tersebar dan mulai banyak dipelihara oleh semua lapisan masyarakat di Sidrap dan sekitarnya bahkan pelan tapi pasti telah menyebar ke seluruh Wilayah NKRI walaupun dalam jumlah yang terbatas. Hal ini karena Ayam Ketawa memiliki keunikan.

asal-usul pemberian nama ayam ketawa bisa ditelusuri dari pemberian nama2nya seperti Bakka (bakak), Ceppaga, Lappung, Cella, Pute, Kaleabo atau varian lainnya (punya tanda2 khusus) seperti kereng,cambang,pale dll yang semuanya berasal dari bahasa Bugis. Ayam gaga biasa juga disebut manugaga (bhs bugis), manu=ayam sedangkan gaga artinya tergagap-gagap jadi manugaga artinya ayam yg bunyinya tergagap-gagap.
Selain memiliki suara yang unik Ayam Ketawa juga mempunyai warna bulu yang menarik dan di dukung oleh bentuk tubuh yang enak di pandang mata.

Satwa unggas jenis Ayam yaitu Ayam Ketawa yang tidak ada duanya di dunia dengan kata lain hanya ada di Indonesia khususnya Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya