HTTP Status[404] Errno [0]

Pantai Losari, Pesona Makassar Sepanjang Zaman

25 July 2012 15:46
Pantai Losari, Pesona Makassar Sepanjang Zaman
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos.com – Kecantikan Pantai Losari , bibir pantai yang memanjang dari selatan di sekitar Pelelangan Ikan, hingga di Tumbak Kayu Bangkoa, sepanjang Jl.Penghibur, meskipun pengerjaan revitalisasinya belum rampung secara keseluruhan ; namun kecantikannya sudah sangat nampak ; baik bila dipandang dari daratan, maupun bila dilihat dari arah laut.

Bila kelak Pantai Losari sudah selesai direvitalisasi seratus persen, maka dapat dipastikan Pantai Losari yang cantik itu akan menjadi pesona Kota Makassar sepanjang zaman. Di masa yang akan datang, dapat diyakini pantai terindah di Sulawesi ini akan membuat para wisatawan mancanegara tergila-gila untuk mengunjunginya.

Data yang diperoleh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar menunjukkan, bahwa Pantai Losari pada sepanjang tahun 2006 sampai akhir tahun 2011 yang lalu, telah dikunjungi oleh wisatawan domestik sebanyak 10.668.719 orang. Sedang wisatawan mancanegara yang telah berkunjung ke Pantai Losari, tercatat sebanyak 145.157 orang. Dan tentu saja ke depan, Pantai Losari akan lebih banyak dikunjungi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Ketika Jadi Restoran Terpanjang

Pantai Losari di masa lalu, punya sejarah yang tak bisa terlupakan oleh warga Kota Makassar dan sekitarnya, bahkan akan selalu dikenang oleh wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara yang ketika itu datang berkunjung ke Pantai Losari.

Bahwa di masa lalu, Pantai Lisari digelar sebagai Restoran Teropanjang di Dunia. Memang dulu, Pantai Losari adalah tempat berjaualan makanan dan minuman setiap malam hingga pagi hari. Di waktu siang, lokasi sepanjang tanggung pantai menjadui bersih dan tanpa penjual. Kertika memasuki jam 18.00 WIB petang, maka kembali tanggul Pantai Losari dipenuhi penjual.

Jumlah mereka sekitar 700 penjual makanan dan minuman, dengan mengunakan akses jalur pejalan kaki. Mereka berjejer dari selatan ke utara hingga batas pagar hotel ….. tepat di depan kantor PWI Cabang Sulsel waktu itu. Para pedagang, rata-rata menggunakan tenda ukuran 2 x 6 meter, yang ditempati menggelar meja dan kursi untuk para pelanggan. Makananan dan minuman yang mereka jual, antara lain Nasi Goreng, Mie Goreng, Rawon, Soto Ayam, Nasi Kuning, Songkolo Bagadang, dll. Juga ada Es Krim, Teh, Kopi, hingga Sarabba atau jenis minuman lainnya. Makanan tradisional juga banyak yang tersaji di sepanjang pelataran Pantai Losari waktu itu, antara lain Pisang Epe, Putu Cangkir, Kacang Masak, Jagung Bakar, Pisang Goreng, Lumpia, Pallu Butung, Pallu Kaloa, Jalang Kote, Bubur Kacang Ijo, dsb.

Untuk menikmati matahari tenggelam di sore hari, ketika Pantai Losari bergelar Restoran Terpanjang di Dunia, sesungguhnya cukup leluasa dapat dilakukan oleh masyarakat yang berkunjung ke Pantai Losari. Bahkan mereka dapat menikmati sunset  sambil mencicipi hidangan di sepanjang pantai.

Hanya saja, Pemkot Makassar kemudian memprogramkan merevitalisasi sepanjang pantai, oleh karena ancaman abrasi yang melanda sepanjang pantai, dimana dikhawatirkan dalam waktu yang tidak lama sepanjang pantai akan runtuh akibat kikisan air laut yang setiap saat mengiris sepanjang pantai.

Oleh karena itulah Pemkot Makassar pada masa pekemimpinan Walikota HB Amiruddin Maula, para penjual makanan/minuman di sepanjang Pantai Losari, direlokasi ke sebuah lokasi strategis di tepi pantai depan rumah jabatan Walikota. Mereka para penjual pun mendapatkan kios-kios yang layak untuk dijadikan tempat menjual makanan/minuman, dan dikelola bersama oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerjasama dengan Disperindag Kota Makassar.

Sesudah para penjual itu direlokasi, dimulailah pekerjaan revitalisasi, dan pada tahun 2012 ini revitalisasi masih berlangsung di bawah kepemimpinan Walikota Ilham Arief Sirajuddin pada periode kedua. Dan itu berarti revitalisasi Pania Losari telah berjalan lebih dari lima tahun, yang tentunya diharapkan agar proyek revitalisasi ini dapat segera diselesaikan, yang tentunya pula diharapkan bantuan dana yang cukup , dari APBD Sulsel maupun APBN, sebab bila hanya mengandalkan APBD Kota Makassar, maka proyek ini tentu akan memakan waktu yang sangat panjang, dan akan sangat membebani APBD Kota Makassar.

Losari, Prototipe Konsep Mitigasi

Revitalisasi Pantai Losari yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar sejak 2008 sampai sekarang ini, sudah menjadi prototipe konsep mitigasi dan adaptasi dari beberapa daerah pesisir di Indonesia serta negara-negara berkembang.

Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di Makassar, mengatakan beberapa waktu yang lalu, bahwa revitalisasi Pantai Losari yang dilakukan Pemkot Makassar dibawah kepemimpinannya, ialah untuk mengantisipasi abrasi pantai yang sudah masuk ke Kota Makassar.

Karena itu, pihaknya berinisiatif melakukan revitalisasi Pantai Losari agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar, seperti abrasi pantai dan pencemaran laut sebagai akibat sampah atau limbah buangan dari 14 kecamatan yang langsung bermuara ke Pantai Losari.

Bukan itu saja, kata Walikota Ilham Arirf Sirajuddin, jauhnya abrasi pantai yang sudah masuk ke kota Makassar menjadi masalah bagi pemerintah kota, karena besarnya kegiatan masyarakat pada wilayah pantai yang sudah menjadi ruang publik bagi masyarakat.

“Kita tidak pernah membayangkan jika revitalisasi pantai losari yang kita lakukan itu akan menjadi prototipe di Indonesi khususnya wilayah pesisir pantai,” kata Ilham Arief Sirajuddin kepada penulis.

Ilham menguraikan, salah satu yang menjadi fokus penilaian oleh Bank Dunia (World Bank) sehingga dia bersama staf ahli perencanaan Kota Makassar, sering mendapat undangan pada pertemuan tingkat nasional maupun mancanegara untuk mempresentasikan konsep mitigasi dan adaptasi yang telah diterapkan oleh Pemkot Makassar.

Pada revitalisasi itu, urai Ilham, Makassar dianggap sudah mampu mengatasi naiknya permukaan air atau hempasan ombak ketika terjadi tsunami.

“Kita hanya berinisiatif mengatasi masalah abrasi pantai atau hempasan ombak yang sudah masuk ke kota Makassar dengan cara melakukan revitalisasi pantai sepanjang 900 meter,” kata dia.

Pada pertemuan Eco2 Cities di Yokohama, Jepang, 24 hingga 27 Oktober 2010 yang lalu,, Pemerintah Kota Makassar bersama tiga kota lainnya mendapat kesempatan melakukan presentasi di depan lembaga donor seperti JICA, Bank Dunia (World Bank) dan Asian Development Bank (ADB). Ketiga kota tersebut selain Makassar yang diundang, yakni Kupang, Palembang dan Jakarta.

Hal positif yang diperoleh atas undangan pada empat kota di Indonesia tersebut, kata Walikota Ilham Arief Sirajuddin, Â itu karena mendapat kehormatan untuk memperkenalkan kota Makassar kepada dunia, bahkan pada forum yang dihadiri oleh beberapa kota di dunia, dimana Makassar langsung mendapat penawaran dari Bank Dunia untuk kursus singkat pada tahun 2011 yang lalu.

Dan tentunya diharapkan, bahwa atas segala upaya Pemkot Makassar dalam membangun kota anging mammiri ini, termasuk menyelesaikan pekerjaan revitalisasi Pantai Losari sehinga kelak dapat betul-betul menjadi magnit/daya tarik tersendiri yang luar biasa bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kota Makassar. Semoga Visit Makassar and Beyond 2011-2014 berjalan sukses (Usdar Nawawi)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya