HTTP Status[404] Errno [0]

Suku Kerdil Primitif di Ponre, Kabupaten Bone

29 July 2012 02:29
Suku Kerdil Primitif di Ponre, Kabupaten Bone
Daerah pemukiman Suku Kerdil di Bone
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Daerah pemukiman Suku Kerdil di Bone

BugisPos com –. Jejak keberadaan suku primitif kuno yang disebut Suku Oni ditemukan di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Suku primitif yang dijuluki Oni ini memiliki tubuh kerdil dengan tinggi hanya 70 cm, mereka tinggal tersembunyi di gua-gua daerah pegunungan. salah satu daerah penghunian Suku Oni yang diketahui orang adalah sebuah desa di dusun Dekko Mappesangka Ponre dengan jarak sekitar 60 km dari kota Watampone.

Fisik suku Oni seperti manusia normal namun ukuran tubuhnya seperti anak kecil, wajahnya keriput seperti orang tua. Pakaian yang digunakan sehari-hari, terbuat dari kulit tenunan kayu dan dibentuk menjadi pakaian. untuk kebutuhan sehari-hari, mereka hanya bergantung pada buah-buahan yang berada di hutan di sekitar pemukiman mereka.

Ahmad Lukman Mappesangka mantan Kepala Desa wilayah Ponre mengaku jika dia telah memasuki pemukiman di mana suku Oni ini berada,”Ketika terpilih sebagai kepala desa untuk pertama kalinya sekitar 15 tahun yang lalu, saya diundang oleh kepala suku mereka untuk masuk ke wilayahnya. Pemukimannya jauh terpencil, kami harus berjalan sekitar 3 mil diwilayah pegunungan. Ukuran lubang gua tinggal mereka pun kecil, untuk masuk harus dilakukan oleh orang dengan tubuh berukuran kecil karena sangat sempit. Gua bagian dalamnya sangat luas dan terang “kata Lukman.

Dalam Gua suku Oni, banyak hal-hal menakjubkan. “Di dalam gua mereka terdapat furnitur alam, ada kursi yang terbuat dari batu. Juga perabotan rumah tangga seperti piring, teko, cangkir dan mangkuk dari jenis yang bagus, bahkan ada emas berlapis. Piringnya terbuat dari keramik antik.” tambah Lukman.

Selain perabot rumah tangga, banyak hal yang unik dilihat oleh Lukman didalam gua-gua dari suku-suku primitif itu. Sayangnya, bahasa yang diungkapkan oleh bahasa Oni tidak dimengerti, “saat itu saya hanya menggunakan bahasa isyarat untuk mengerti bahasa mereka. Saya diundang datang oleh mereka itupun hanya satu kali, saya pikir itu adalah bentuk apresiasi bagi saya sebagai kepala desa baru di wilayah mereka “, kata Lukman.

Menurut Lukman, tidak sembarang orang yang bisa menemukan tempat suku primitif ini, “ketika akan menemui mereka (suku Oni) dan punya niat tidak baik, orang tersebut akan mendapatkan masalah. Siapa pun yang ingin mengunjungi Suku Oni, harus menggunakan jasa pawang, sayangnya saat ini pawang sudah pindah dan sekarang tinggal di Kalimantan. “kata Achmad Lukman.

Bagi penduduk pegunungan pesisir yang termasuk dalam area peta kehutanan wilayah Ponre sudah lama mengenal tentang keberadaan Suku primitif inii. Begitupun warga Desa Cinennung Palakka, penduduk di pegunungan pesisir Cina, termasuk orang-orang yang tinggal di sekitar Sumpang labbu Bengo kabupaten Bone. Semua penduduk wilayah tersebut pernah melihat Suku Oni namun tidak bisa berkomunikasi dengan mereka.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Desa Palet percaya bahwa suku Oni adalah makhluk setengah siluman, Menurut Ahmad Lukman, Suku Oni awalnya ingin berbaur dengan penduduk desa Dekko dan sekitarnya. “Jika ada orang yang ingin mengadakan pesta pernikahan, Suku Oni selalu meminjamkan furnitur mereka Seperti piring, mangkuk dan lainnya tapi kemudian tidak dikembalikan, sehingga mereka tidak percaya lagi dengan masyarakat. Masalahnya adalah pada umumnya furnitur mereka berlapis emas “kata Lukman.

Menurut sebuah riwayat, Suku Oni merupakan salah satu suku asli daratan Bone Sulawesi Selatan, Pada zaman Dahulu mereka digunakan sebagai tenaga kerja pembangunan benteng kota dan irigasi wilayah kerajaan. Mereka bekerja sangat lincah dan kuat bahkan mereka dimanfaatkan sebagai mata-mata raja Bone ketika terjadi pertempuran melawan Sultan Hasanuddin raja Gowa dan invasi Belanda “kata Lukman.

Beberapa tahun terakhir, keberadaan Suku Oni sering terlihat oleh penduduk desa Palet, mereka sering muncul di malam hari hanya untuk mengambil persediaan air. Orang-orang desa mengaku sering melihat manusia-manusia kerdil pada saat menjelang malam membawa wadah seperti ember tetapi terbuat dari kayu sambil membawa obor. Kepala Desa Palet pun mengakui saat ini sangat sulit untuk menemukan Suku Oni karena wilayah pemukimannya semakin tersembunyi. (I Romangpolong Risamata – Bone)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya