HTTP Status[404] Errno [0]

Visit Makassar and Beyond 2011-2014, Magnet Bagi Wisatawan Mancanegara

25 July 2012 15:42
Visit Makassar and Beyond 2011-2014, Magnet Bagi Wisatawan Mancanegara
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Oleh : Usdar Nawawi

PT XL Axiata Tbk bekerjasama dengan Pemkot Makassar untuk mendukung Visit Makassar and Bayond 2011-2014, dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Vice President XL North Region Nuruddin AL Fithror dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid, disaksikan Walikota Makassar Ilham Aried Sirajudin dan General Manager Sales Sulampapua XL North Region Awaluddin (dok BugisPos.com)

BugisPos.com – Sepanjang tahun 2011, promosi pariwisata untuk Kota Makassar sungguh gencar dilakukan, khususnya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar.

Visit Makassar 2011 dilaunching di Jakarta pada tanggal 26 November 2010, yang dihadiri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, bertempat di aula Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Jl.Merdeka Barat, Jakarta.

Hampir seluruh pejabat Pemkot Makassar dan sejumlah Wartawan dari Makassar, hadir pada acara launching cukup bergengsi tersebut. Hal itu dilakukan di Jakarta dengan menghadirkan sejumlah pejabat di Kementerian dan Gubernur Sulsel, dimaksudkan agar Visit Makassar 2011 gaungnya merambah ke seluruh Indonesia, agar dunia pariwisata di Makassar dapat lebih maju dibanding waktu-waktu sebelumnya. Dan hasilnya memang luar biasa, sebab angka wisatawan yang datang ke Makassar sepanjang tahun 2011, meningkat tajam.

Sepanjang tahun 2011, berbagai event yang dilakukan Pemkot Makassar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Â yang puncaknya diwarnai dengan lomba terjun payung dan pertunjukan pewasat tempur dari Angkatan Udara pada Festival Losari, memang telah menorehkan sejarah promosi pariwisata Kota Makassar yang spektakuler.

Dari festival Losari 2011 yang digelar bersama sejumlah intansi lain tersebut, oleh Walikota Makassar dinilai telah membangkitkan semangat bagi dunia kepariwisataan di Makassar. Sehingga ke depan Makassar akan lebih dikenal di dunia internasional. Dengan digelarnya event Festival Losari, kata Walikota Ilham Arief Sirajuddin pada kesempatan penutupan acara tahun lalu tersebut, sungguh telah memberi inspirasi bagi Pemerintah Kota Makassar untuk mengembangkan promosi pariwisata ke depan.

Dan dari pernyataan Walikota tersebut, ternyata realisasinya dapat terlihat pada tahun 2012 ini, dimana Kota Makassar telah mengemas label promosi kepariwisataan dengan nama Visit Makassar dan Beyond 2011-2014.

Magnit Bagi Wisatawan Mancanegara

Pemkot Makassar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengharapkan Visit Makassar and Beyond 2011-2014 menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.

“Setelah Asia, memang segmen pasar wisatawan asing ke Makassar adalah Eropa, seperti Prancis, Italia, Belanda dan lain sebagainya. Inilah yang kita incar agar wisatawan dari Eropa semakin tinggi dan banyak ke Makassar,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid dalam rilisnya kepada sejumlah media dalam mengalawali tahun 2012 yang lalu.

Dia mengatakan, sebagai implementasi pengenalan dan promosi Makassar di Eropa, Disbudpar Makassar ikut berpartisipasi dalam Festival Pasar Malam di Den Haag, Netherlands (Belanda) yang disebut dengan Tong Tong Fair.

Menurut Rusmayani, Disbudpar Makassar ikut ambil bagian dalam Tong Tong Fair tersebut dengan menampilkan performa ragam budaya, seni berupa alat musik tradisional dan tari tradisional khas Sulsel.

“Waktu itu, kami berangkat bukan untuk ‘jalan-jalan’, tapi misi kami adalah mempromosikan Makassar dan sekitarnya. Kami kemudian membuat performa di sana dengan menunjukkan budaya tradisional dari Sulsel, karena wisatawan Eropa sangat tertarik dengan budaya khas tradisional seperti dari Sulsel,” jelas Rusmayani.

Pasar Tong Tong ini, merupakan program kerja KBRI Den Haag dan Pemerintah Pusat/Daerah untuk mendongkrak peningkatan kerjasama bilateral Indonesia dan Belanda di bidang investasi, perdagangan dan pariwisata.

Tentang Visit Makassar dan Beyond 2011-2014

Pengertian tentang Visit Makassar and Beyond 2011-2014, adalah program promosi Pariwisata Kota Makassar yang dilakukan secara bertahap mulai tahun 2011 yang lalu dengan kemasan Visit Makassar 2011.

Pada tahun 2011 yang lalu tersebut, progran Visit Makassar 2011 telah dilaksanakan sesuai rencana. Dan bahkan telah menorehkan prestasi yang luar biasa dalam sejarah promosi kepariwisataan di Kota Makassar yang dialamtkan kepada sgenap wisatawan dimestik dan wisatawan mancanegara.

Pada tahun 2012, diprogramkan promosi kepariwisataan dengan menggandeng kabupaten/kota se Sulawei Selatan. Hal ini dimaksudkan agar kabupaten/kota yang ada di Sulsel ikut serta dengan Kota Makassar dalam melaksanakan promosi pariwisata ke mancanegara. Tujuannya ialah, agar bila wisatawan berkunjung ke Kota Makassar, mereka juga dapat mengunjungi objek-objek wisata yang ada di daerah kabupate/kota, misalnya objek wisata budaya di Tanah Toraja dan Kajang di Bulukumba, objek wisata alam Bantimurung yang ada di Maros dan Malino di Gowa, termasuk permandian alam yang ada di Sinjai, Bantaeng, atau objek wisata pantai Bira di Bulukumba.

Tujuan bagi Kota Makassar dalam promosi pariwisata bersama ini, agar wisatawan menjadikan Kota Makassar sebagai tempat transit sebelum para wisatawan mancanegara melanjutkan perejalanan wisata mereka ke berbagai daerah di Sulsel. Dan karena itulah Kota Makassar juga telah sejak lama bekerjasama dengan pihak PHRI Kota Makassar dalam mempersiapkan kamar hotel yang cukup. Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga sendiri mengapresiasi positif langkah yang dilakukan Pemkot Makassar dalam mempersiapkan diri dalam menyambut para wisatawan mancanegara, dengan memberi semangat para investor dalam membangun lebih banyak hotel di Makassar, sehingga ketersediaan kamar hotel yang cukup dapat diatasi dengan baik.

Pemerintah Kota Makassar dalam menyikapi hal ini, sejak tahun 2011 yang lalu telah memberikan kelonggaran yang cukup dalam hal perizinan dan lebih mempermudah persyaratan dalam pemberian izin membangun hotel.

Untuk tahun 2013 mendatang, dalam program Visit Makassar and Beyond 2011-2014 ini, diharapkan terselenggara promosi bersama dari seluruh kabupate/kota se Sulsel, dalam arti bahwa setiap kabupaten/kota di Sulsel secara bersama-sama dan setara dalam melakukan promosi bersama.

Hal ini dimaksudkan agar hasil promsi pariwisata itu nantinya dapat menghasilkan kunjungan wisatawan yang merata di Sulsel, yang tentunya akan sangat pula tergantung pada kesiapan objek wisata yang akan dikunjungi di daerah-daerah. Diharapkan pada tahun 2013 itu nantinya, semua kabupaten/kota se Sulsel telah berbenah diri di sektor pariwisatanya masing-masing dalam menyambut wisatawan. Dan mereka dalam berpromosi tidak lagi digandeng oleh Kota Makassar, akan tetapi tampil bersama dan setara dalam berpromosi.

Pada tahun 2014, Kota Makassar diharapkan telah meraih posisi percaya diri sebagai lokomotif promosi pariwisata di Indonesiua Timur. Hal ini telah diperhitungkan dengan cermat, setelah melalui empat fase persiapan dalam mendapatkan legitimasi sebagai lokomotif promosi pariwisata di Indonesia timur, yakni setelah melalui ujian panjang mulai dari Visit Makassar 2011 ; promosi pariwisata dengan menggandeng abupaten/kota di Sulsel sepanjang tahun 2012 ; promosi pariwisata bersama dengan kabupaten/kota se Sulsel sepanjang tahun 2013, serta Makassar akan mencapai puncak prestasinya kelah di tahun 2014 dengan menjadi yang terkemuka di Indonesia Timur sebagai lokomotif atau pendorong bagi kegiatan promosi pariwisata ke seluruh dunia.

Bahwa kawasan Indonesia Timur, yakni mulai dari Irian Jaya hingga ke pulau Kalimantan, sungguh kaya akan objek wisata, mulai dari wisata laut, pantai, pulau, budaya dengan berbagai atraksinya keseniannya, dan sebagainya, diharapkan ke depan dapat dipromosikan dengan lebih profesioanl ke berbagai negara. Dan Kota Makassar diharapkan akan sangat sipa untuk menjadi pendorong promosi yang handal.

Seperti diketahui, bahwa Kota Makassar dalam proses perkembangannya, telah menjadi living room atau ruang keluarga bagi kawasan Indonesia Timur. Setiap warga yang ada di kawasan Indonesia Timur atau dari daerah lainnya datang ke Kota Makassar, maka mereka akan merasakan Kota Makassar sebagai kota keluarga, dimana mereka merasakan bahwa Kota Makassar adalah kota yang menawarkan keistimewaan sebagai living room yang mengasyikkan.

Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dalam berbagai kesempatan, telah memperkenalkan Makassar sebagai kota keluarga, kota dimana semua orang yang datang dipandang sebagai keluarga, sebagai famili, sehingga mereka yang datang tidak menjadi canggung dan merasa asing pada saat berada di Makassar.

Sebelum konsep Makassar sebagai Living Room bagi Indonesia Timur, oleh Walikota-walikota sebelumnya, memperkenalkan Makassar sebagai Pintu Gerbang Indonesia Timur. Dari sukses yang dicapai sebagai pintu gerbang, oleh Walikota Ilham Arief Sirajuddin kemudian berfikir dan menelorkan ide cemerlangnya, yakni dengan mempopulerkan Kota Makassar sebagai Living Rooom.

Dari prograng Living Room itulah kemudian Walikota Ilham Arief Sirajuddin mencoba mengemas Makassar untuk menuju Kota Dunia. Bahwa Makassar sebagai Kota Dunia, tentunya mengalami proses yang panjang. Proses tersebut, diawali dengan ide menjadikan Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, lalu dibalut dengan ide Walikota Ilham Arief Sirajuddin untuk menjadikannya sebagai Living Room, yang selanjutnya menuju Kota Dunia. Proses yang panjang ini, adalah termasuk upaya mempromosikan Kota Makassar ke dunia internasional, yang antara lain melalui Visit Makassar and Beyond 2011-2014 (Usdar Nawawi)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya