HTTP Status[404] Errno [0]

Pensiun dari Sepakbola, Shevchenko Terjun ke Politik

29 July 2012 02:10
Pensiun dari Sepakbola, Shevchenko Terjun ke Politik
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos.com — Usai sudah karier panjang Andriy Shevchenko di dunia sepakbola. Legenda hidup sepakbola Ukraina ini memutuskan untuk gantung sepatu dan memulai petualangannya di kancah politik.
Shevchenko mengumumkan keputusan pensiunnya ini melalui sebuah pernyataan di situs resmi klub terakhirnya, Dynamo Kiev.

“Mungkin, saya akan mengejutkan semua orang: masa depan saya tak ada hubungannya dengan sepakbola. Ini berkaitan dengan politik,” jelas Shevchenko.

Shevchenko tak menjelaskan detail soal aktivitas politik yang akan dia lakukan, apakah bergabung dengan partai politik yang telah ada di Ukraina atau mendirikan partai sendiri. Pria 35 tahun ini baru akan menjelaskannya pada hari Sabtu (28/7/2012) ini waktu setempat.

Shevchenko bukan atlet Ukraina pertama yang terjun ke dunia politik. Juara dunia tinju kelas berat Vitali Klitschko sudah lebih dulu melakukannya dengan mendirikan partai Udar.

Nama Shevchenko mulai mencuat saat dia memperkuat Dynamo Kiev pada periode1994–1999. Namun, dia baru benar-benar “meledak” setelah hijrah ke AC Milan. Tujuh musim membela Rossoneri, dia mencetak 173 gol dalam 296 pertandingan di semua kompetisi.

Ketajaman Shevchenko menurun drastis usai pindah ke Chelsea pada tahun 2006. Sempat semusim kembali ke Milan, performanya juga tak kunjung membaik. Dia akhirnya pulang ke Dynamo Kiev pada 2009.

Di level internasional, Shevchenko telah 111 kali membela Ukraina. Dia adalah top skorer sepanjang masa untuk negaranya dengan torehan 48 gol.

Piala Eropa 2012 jadi turnamen terakhir yang diikuti oleh Shevchenko. Sayang, dia tak bisa meloloskan Ukraina dari fase grup (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya