HTTP Status[404] Errno [0]

Lagi Panas, Korupsi Gedung Bea Cukai

01 August 2012 05:29
Lagi Panas, Korupsi Gedung Bea Cukai
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Pihak Kejaksaan Negeri Makassar menemukan dugaan rekayasa dalam proyek rehabilitasi pembangunan gedung kantor pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Tipe A Makassar.

“Kuat dugaan dalam proyek tersebut terjadi unsur melawan hukum yang dapat menimbulkan kerugian negara,” tegas Kepala Kejari Makassar Haruna di Makassar, Kamis 26/7/12

Rekayasa dalam rehabilitasi pembangunan itu diketahui setelah tim penyelidik menggelar ekspose penyelidikan kasus di ruang pola Kejari Makassar.

Kejaksaan menemukan adanya dugaan rekaysan laporan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan kontrak yang telah disepekati.

Selain adanya manipuilasi data laporan hasil pekerjaan, penyidik juga menemukan kejanggalan berupa kesalahan bestek atau adanya pengurangan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan perjanjian kontrak.

“Bentuk palanggaran yang ditemukan sangat kuat yakni adanya unsur melawan hukum yang dapat menimbulkan kerugian negara. Makanya kasus ini kami langsung tingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya.

Meski pihaknya menyakini adanya perbuatan melawan hukum, namun dirinya masih enggan membeberkan sejumlah oknum yang diduga kuat terlibat secara pidana dalam kasus yang anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010.

“Untuk tersangkanya penyidik masih terus mendalami peran dan keterlibatan para oknum yang diduga kuat bertanggungjawab secara pidana,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun di kejaksaan, total anggaran proyek rehabilitasi pembangunan gedung pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Tipe A Makassar itu mencapai Rp1,3 miliar. Proyek itu sendiri dimenangkan oleh PT Tirsa Artha Mandiri.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Makassar Joko Budi Darmawan yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan kasus tersebut telah ditingkatkan ketahap penyidikan meski pihaknya belum menetapkan siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Yang jelas kasus ini sarat terjadinya dugaan kurupsi apalagi ditemukan adanya manipulasi data dan volume pekerjaan yang kurang,” terangnya.

Dokumen Disita

Â

“Untuk menuntaskan dugaan kasus korupsi ini, maka kami menganggap perlu untuk menyita beberapa dokumen proyeknya dan mempelajarinya,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Makassar Joko Budi Darmawan di Makassar, Senin 31/7/12

Penyitaan itu dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti kuat sebelum melakukan proses penyidikan lanjutan dalam kasus tersebut untuk kemudian menetapkan siapa saja oknum yang bakal menjadi tersangka dalam proyek itu.

Ia mengatakan, upaya penyitaan itu dilakukan sebagai bahan kelengkapan berkas untuk kemudian penyidik melakukan proses pemeriksaan terhadap sejumlah oknum atau pihak yang disinyalir kuat ikut terseret dalam dugaan tindak pidana korupsi rehabilitasi pembangunan gedung Bea Cukai Tipe A Makassar.

“Proses pemeriksaan saksi belum kami lakukan karena penyidik masih fokus dalam pengumpulan data-data awal,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun di kejaksaan, total anggaran proyek rehabilitasi pembangunan gedung pengawasan dan pelayanan Bea Cukai Tipe A Makassar itu mencapai Rp1,3 miliar. Proyek itu sendiri dimenangkan oleh PT Tirsa Artha Mandiri.

“Yang jelas kasus ini sarat terjadinya dugaan korupsi apalagi ditemukan adanya manipulasi data dan volume pekerjaan yang kurang,” terangnya.

Hasil ekspose penyelidikan kasus tersebut, penyidik Kejari Makassar menemukan adanya dugaan rekayasa laporan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan kontrak yang telah disepakati.

Selain adanya manipulasi data laporan hasil pekerjaan, penyidik juga menemukan kejanggalan berupa kesalahan bestek alias adanya kekurangan volume pekerjaan yang tidak sesuai dengan perjanjian kontrak, sehingga diyakini dapat menimbulkan kerugian keuangan negara.

“Bentuk palanggaran yang ditemukan sangat kuat adanya unsur melawan hukum yang dapat menimbulkan kerugian negara. Makanya kasus ini kami langsung tingkatkan ke tahap penyidikan,” tegasnya seperti dirilis Antara News.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Tipe A Makassar, Hery Pambudi yang dimintai konfirmasinya melalui telepon genggamnya (HP) terkait dugaan adanya penyimpangan pada proyek gedung Bea Cukai tersebut belum bersedia memberikan keterangan (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya