HTTP Status[404] Errno [0]

PSSI Makin Dekat dengan Sanksi FIFA?

01 August 2012 05:19
PSSI Makin Dekat dengan Sanksi FIFA?
La Nyalla
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Ketua Umum PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) La Nyalla Mattalitti mengatakan, jika anggota Joint Committee (JC) dari pihak PSSI Djohar Arifin menyepelekan Memorandum of Understanding (MoU), PSSI semakin dekat dengan jatuhnya sanksi dari FIFA.
“Jika MoU disepelekan dan kongres yang diminta oleh AFC diabaikan, saya pastikan Indonesia akan masuk jurang (dikenai sanksi),” ujar La Nyalla Mattalitti ketika dihubungi, Minggu 29/7/12 seperti dirilis MICOM.

Hal itu dikatakan La Nyalla sehubungan dengan sikap dari anggota JC dari pihak Djohar Arifin terkesan menunda-nunda atau menyepelekan pertemuan para anggota JC untuk membahas penyelesaian kisruh di PSSI akhir-akhir ini.

Sikap itu seperti terlihat ketika pertemuan JC pada tanggal 12 Juli lalu, hal mana JC dari pihak Djohar tidak membawa konsep apa pun dalam pertemuan yang juga dihadiri perwakilan tim investigasi AFC James Johnson, sedangkan JC dari pihak PSSI hasil KLB membawa konsep secara lengkap.

Kemudian, semula JC mengagendakan pertemuan kedua pada tanggal 24 Juli. Namun, ditunda menjadi 30 Juli dan JC dari pihak PSSI KLB menuntut Todung Mulya Lubis dan kawan-kawan dari JC PSSI Djohar agar lebih siap.

Namun, pertemuan pada tanggal 30 Juli pun terancam batal karena anggota JC dari perwakian Djohar dikabarkan tak bisa hadir dan kembali mengulur waktu hingga 2 Agustus 2012.

Pengunduran jadwal ini pun akhirnya ditentang oleh anggota JC Djamal Aziz sebab yang bersangkutan tengah bertugas ke luar negeri.

La Nyalla mengingatkan bahwa MoU diterbitkan oleh AFC adalah katup penyelamat bagi Indonesia dari ancaman “suspend” (sanksi) FIFA. “MoU adalah katup penyelamat, dan JC adalah perangkat yang kita sepakati untuk mengelola proses transisi hingga kongres. Jika JC tidak berjalan dan sanksi itu akhirnya dikeluarkan oleh FIFA, saya tak akan bisa menolong, barangkali Tuhan pun tak akan bisa menolong,” tegasnya.

La Nyalla menambahkan, pihaknya juga sudah mendengar adanya suara para suporter sepak bola yang mulai menuntut dan mengultimatum agar Ketua Umum PSSI Djohar Arifin untuk mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas keterpurukan dan perpecahan dalam sepak bola Indonesia.

“Saya sangat sering ditanyai soal itu bahkan oleh para stake holder sepak bola. Mereka pun menuntut agar JC bekerja secara maksimal untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia. Perlu saya tegaskan bahwa perjuangan KLB Ancol tak pernah surut. Semoga ini akan menyadarkan Djohar Arifin bahwa sepak bola di Indonesia bukan milik orang per orang, melainkan milik para stakeholder yang berdaulat,” demikian La Nyalla Mattalitti (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya