HTTP Status[404] Errno [0]

Ajeip : Ndak Adaji yang Istimewa, Pintu Ditutup Takut Ada yang Mengganggu

03 August 2012 01:30
Ajeip : Ndak Adaji yang Istimewa, Pintu Ditutup Takut Ada yang Mengganggu
Ajeip Padindang
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Ajeip Padindang

BugisPos. — Gelagat mencurigakan ditunjukkan oleh Komisi A DPRD Sulsel saat menggelar rapat internal, Kamis (2/8/12). Tidak seperti rapat internal biasanya, ruangan komisi yang dipimpin oleh politisi senior Partai Golkar Sulsel, Ajeip Padindang tersebut tertutup sangat
rapat.

Tidak jelas agenda rapat “rahasia” yang di bahas di dalam. Humas DPRD Sulsel pun tidak mencatat adanya agenda rapat internal di komisi yang membidangi masalah pemerintahan dan penganggaran tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Ajeip Padindang yang coba dikonfirmasi via SMS saat rapat “rahasisa” tersebut berlangsung mengaku sengaja mengunci pintu komisinya dengan alasan rapat yang telah berlangsung adalah intern dan karena tidak ada staf komisi yang berjaga.

Politisi senior Partai Golkar Sulsel asal Bone ini mengatakan tidak ada yang penting dalam rapat, hanya membahas rancangan rencana kerja Komisi A dengan Sekretariat DPRD Sulsel untuk tahun sidang 2013.

“Ndak ada ji yang istemwa. Pintu ditutup karena tidak ada staf yang jaga diluar. Takutnya nantinya ada yang datang menggangu konsentrasi rapat,” kata Ajeip, Kamis 2/8/12.

Namun, insting wartawan peliput di DPRD Sulsel tidak puas dengan jawaban Ajeip. Justru kecurigaan yang membesar saat mendapati pintu depan komisi benar-benar dalam keadaan terkunci rapat. Saking penasarannya, Tribun bersama sejumlah wartawan lainnya berputar menuju pintu belakang.

Namun, pintu belakang pun terkunci dari dalam, dan kecurigaan pun semakin menjadi-jadi. Saat salah satu wartawan coba mengintip dari balik pintu, sesosok bayangan dari dalam bergegas menutup gorden.

Sekilas, dari layar proyektor terlihat deretan angka-angka. Wartawan pun menduga Komisi A tengah “memainkan” peran suatu item penganggaran di Sulsel.

“Ada yang tidak beres ini. Komisi yang lain kalau rapat intern tidak sampai kunci pintu begitu, cukup dikasi tau (rapat internal) kita sudah paham ji, artinya tidak boleh masuk. Kalau sampai kunci pintu begini pasti ada tidak beres,” kata salah seorang wartawan.

Sekretaris DPRD Sulsel, Abd Kadir Marsali pun mengatakan hal yang sama dengan yang diungkapkan oleh Ajeip. Ia mengkonfirmasi pertemuan dengan Komisi A untuk membahas rencana kerja dewan dan sekretariat dewan.

“Saya lagi rapat di Komisi A membahas rencana kerja dewan dan sekwan,” kata Kadir seperti dirilis Tribun-Timur.com

Terpisah, Ketua Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Syamsuddin Alimsyah menilai langkah tersebut keliru dan bertentangan dengan Undang-undang Komisi Informasi Publik (KIP) Nomor 14 tahun 2008 dan undang-undang No 27 tahun 2009 tentang MD3.

Dalam undang-undang tersebut dikatakan semua informasi harus terbuka untuk umum apa lagi itu mengenai anggaran dan sudah diatur dalam tata tertib DPRD.

“Saya rasa langkah yang diambil komisi A itu langkah yang keliru. Saya yakini di dalam itu ada bagi-bagi kue dengan komisi A dengan SKPD yang di panggil rapat,” ulasnya ditelpon selulernya (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya