HTTP Status[404] Errno [0]

Hati-hati, Sate Daging Monyet Dijual di Jakarta

03 August 2012 03:01
Hati-hati, Sate Daging Monyet Dijual di Jakarta
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Illustrasi

BugisPos — Perdagangan daging dan otak primata di Indonesia masih tinggi. Bahkan selama Ramadan ini masih dijumpai satwa liar dibunuh kemudian dagingnya dijual dalam bentuk makanan sate.
Hal itu terungkap dari laporan terbaru ProFauna Indonesia dan International Primate Protection League (IPPL) yang menunjukan bahwa puluhan primata tiap bulan ditangkap dari alam kemudian dibunuh.

Perdagangan melanggar hukum itu banyak dijumpai di Jakarta dan Palembang. Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid, Minggu (22/7), mengatakan daging primata yang paling banyak dikonsumsi adalah monyet ekor panjang (Macaca facicularis).

Tidak hanya itu. Otak monyet juga dijual bebas. Di Palembang sedikitnya 10 monyet dibunuh dalam seminggu.

Perdagangan satwa terus terjadi karena selama ini ada pembelinya. Konsumen terbanyak penggemar otak monyet adalah pelaut dari China, Taiwan, Vietnam, dan Korea yang sedang berlabuh di Pelabuhan Palembang.

Pusat perdagangan primata di Palembang itu terpusat di pasar 16 Ilir. Di pasar itu, sangat mudah menemukan jenis satwa dilindungi termasuk primata yang diperdagangkan yakni kukang, siamang, trenggiling, kancil, elang, lutung, dan monyet ekor panjang.

Pedagang satwa di pasar 16 Ilir juga sering mengirim satwa ke kota lain, di antaranya ke Jakarta dan Yogyakarta. Dalam sebulan, pedagang bisa menjual 50 kukang dengan harga Rp150 ribu per ekor.

Di Jakarta, perdagangan daging dan otak monyet terpusat di Jalan Mangga Besar. “Harga otak monyet di Palembang Rp350 ribu per ekor dan harga sate daging monyet di Jakarta Rp40 ribu per porsi,” katanya seperti dikutip MICOM.

Pembeli daging dan otak monyet beralasan mengonsumsi itu untuk menyembuhkan penyakit dan meningkatkan vitalitas.

“Daging dan otak monyet dapat menyembuhkan penyakit impotensi itu salah. Tentu saja kepercayaan ini belum terbukti secara ilmiah,” ujarnya (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya