HTTP Status[404] Errno [0]

140 Juta Butir Ekstasi Dikonsumsi Per Tahun di Indonesia

05 August 2012 15:53
140 Juta Butir Ekstasi Dikonsumsi Per Tahun di Indonesia
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) semakin serius mengambil langkah dalam mendukung kebijakan dan strategi nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sebagaimana yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2012. Langkah yang ditempuh kali ini bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C.Sutardjo dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Goris Mere di Ballroom Kantor KKP, Jakarta, hari ini, Jum’at 3/8/12. Penandatangan nota kesepahaman tersebut ditujukan dalam rangka mendukung program pencegahan penyalahgunaan narkoba dan program pasca rehabilitasi melalui pembekalan, pendampingan dan pengembangan program teknis kelautan dan perikanan, termasuk penyiapan kader anti narkoba.
Dalam sambutannya, Sharif menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari rangkaian sinergi antara kedua institusi, di mana sebelumnya telah dilaksanakan beberapa kegiatan pelatihan di bidang teknis kelautan dan perikanan bagi korban penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut menjadi pondasi dan modal dasar bagi kedua institusi untuk dapat lebih meningkatkan dan mengembangkan ruang lingkup kerjasama yang selama ini telah dilaksanakan sehingga dapat mencapai sasaran yang lebih luas dengan efektif, efisien dan optimal.

Modus baru penyelundupan narkoba yang banyak ditemui biasanya dengan menggunakan kapal nelayan tradisional atau dengan menjadikan nelayan tradisional sebagai kurir. Modus ini memanfaatkan ketidak pahaman para nelayan dan para Anak Buah Kapal (ABK) penangkap ikan. “Penyediaan kader anti narkoba dari KKP ini, setidaknya dapat memutus rantai jaringan penyelundupan narkoba melalui perairan, terutama yang melibatkan nelayan”, sambung Sharif seperti dirilis Antara News.

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, menjadikan pelabuhan laut sebagai pintu gerbang keluar masuk barang dari negara atau daerah lain tidak terkecuali narkoba. Wilayah Perairan Indonesia sendiri diidentifikasi setidaknya memiliki lebih dari 200 pintu masuk yang semakin memungkinkan dalam menyelundupkan barang terlarang tersebut. Selain itu minimnya pengawasan di beberapa pelabuhan kecil mengakibatkan makin maraknya peredaran gelap narkoba internasional tersebut. Oleh karena itu diperlukan upaya pencegahan peredaran gelap narkoba di sektor kelautan dan perikanan tersebut secara komprehensif dan menyeluruh. Upaya yang akan ditempuh KKP, yaitu melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan peran Pokmaswas dalam pencegahan dan /atau penyalahgunaan narkoba.

Merujuk data dari BNN, tercatat bahwa rata-rata konsumsi ekstasi di Indonesia dalam setahun mencapai 140 juta butir, dengan nilai sebesar Rp 48,2 triliun (BNN, 2011). Dari data tersebut, pasokan narkoba ilegal paling banyak ditemukan bukan dari pelabuhan udara, melainkan penyelundupan melalui pelabuhan laut. Tidak hanya melalui pelabuhan komersial namun juga pelabuhan perikanan yang banyak tersebar di seluruh kepulauan Indonesia menjadi lahan potensial untuk masuknya barang haram tersebut, terutama pelabuhan rakyat yang berada di pulau terluar maupun daerah perbatasan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) KKP, Sjarief Widjaja, dalam laporannya menyebut bahwa KKP sebagai lembaga pemerintah turut aktif berpartisipasi dalam mendukung program P4GN. Setidaknya terdapat empat peran strategis yang akan dilakukan KKP dalam memerangi narkoba.

Pertama, kegiatan pendidikan dengan mencetak generasi muda bebas narkoba, atau kita sebut kader perikanan anti narkoba. Kedua, kegiatan pelatihan di bidang kelautan dan perikanan agar memiliki mata pencaharian baru yang jauh sekali hubungannya dengan narkoba. Kegiatan keterampilan aplikatif dapat menjadikan mantan korban narkoba menjadi manusia yang produktif dan mandiri. Ketiga, kegiatan penyuluhan di bidang kelautan dan perikanan, termasuk penyuluhan tentang bahaya penggunaan narkoba. Keempat, pemberdayaan Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas) yang dibentuk untuk turut mengawasi sektor KP termasuk yang memungkinkan adanya penyelundupan narkoba.

Sinergitas KKP dan BNN telah terjalin sebelum penandatanganan nota kesepahaman tersebut, antara lain berupa kegiatan pelatihan di bidang teknis kelautan dan perikanan bagi korban penyalahgunaan narkoba. Salah satu kegiatan pelatihan tersebut adalah pelatihan industrialisasi usaha perikanan bidang perikanan budidaya, pengolahan hasil kelautan dan perikanan, dan kerajinan kulit kerang bagi masyarakat yang dilaksanakan di Pasca Rehabilitasi Narkoba, Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Peserta pelatihan terdiri dari 60 orang yang dibagi menjadi dua angkatan yang dilaksanakan pada 12 – 17 Maret 2012 dan 29 Mei-3 Juni 2012. Kegiatan pelatihan lainnya adalah Pelatihan Teknis Konservasi dan Ekowisata bagi para pecandu narkoba, 23 Mei-26 Mei 2012, di Pulau Houga, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang diikuti 30 orang peserta. Materi yang disampaikan mengenai pembekalan dasar – dasar pengelolaan konservasi perairan dan pengembangan usaha ekowisata bahari.

Beberapa kerjasama yang disepakati dalam nota kesepahaman kali ini meliputi sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan program rehabilitasi, program pencegahan peredaran gelap narkoba, program kader anti narkoba, program pasca rehabilitasi penyalahgunaan narkoba serta pertukaran data dan informasi. Sebelum penandatanganan nota kesepahaman, hari ini juga telah dilakukan terlebih dahulu sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi taruna Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta dan karyawan lingkup KKP.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi Indra Sakti, SE, MM, Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi,Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP.0818159705) (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya