HTTP Status[404] Errno [0]

Berpuasa Menyehatkan Jantung

05 August 2012 17:16
Berpuasa Menyehatkan Jantung

Oleh: Bambang Budiono

Pada tanggal 12 hingga 15 Juli 2012, saya diundang untuk menghadiri sekaligus menjadi moderator dan panelis oleh panitia Asean Federation Congress of Cardiology yang diselenggarakan di Singapura. Berbagai topik menarik dibahas dalam perhelatan yang dihadiri lebih dari 1500 ahli jantung dan pembuluh darah dan spesialis lain yang berkaitan, se-Asia Tenggara. Salah satu topik menarik yang dipresentasikan adalah pengaruh puasa Ramadan terhadap kejadian rawat inap akibat gagal jantung, yang dilaporkan oleh beberapa peneliti muda dari National University Heart Center Singapura.
Penelitian ini sekaligus memperlihatkan bahwa ilmu pengetahuan adalah bidang yang bebas akan sekat suku, agama, ras ataupun antar golongan, karena para peneliti tersebut seluruhnya non-muslim.

Dilaporkan bahwa pada saat bulan Ramadan, kejadian rawat inap akibat gagal jantung menurun signifikan pada penderita penyakit jantung kronis yang beragama muslim. Beberapa alasan medis, mendasari fenomena tersebut.

Apa yang dilakukan tubuh saat kita berpuasa ?
Dr. Shelton menerangkan bahwa secara umum ada 4 hal utama yang berkaitan dengan aktivitas tubuh  saat berpuasa.

Pertama, terjadi pemecahan lemak, sehingga dapat menurunkan berat badan secara cepat (terutama pada orang dengan kelebihan berat badan), Hal ini berdampak positif, karena kelebihan lemak tubuh, terutama yang berada dalam rongga perut, meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, artritis (reumatik), dan lain lain.


Kedua,
terjadi pengalihan energi, dari yang biasa digunakan untuk proses di saluran pencernaan dialihkan ke berbagai jaringan lain untuk proses perbaikan atau peremajaan. Hal ini ibarat kita membuka keran di kamar mandi, bila pada saat yang sama dibuka keran di dapur, maka aliran air di kamar mandi akan berkurang.
Bila keran di dapur kemudian ditutup, maka aliran keran di kamar mandi akan meningkat kembali. Pada saat puasa, maka seluruh jaringan di sistem pencernaan akan relatif ’beristirahat’, aliran darah ke saluran cerna akan berkurang, sehingga aliran darah akan menuju ke berbagai organ lain di seluruh tubuh, mengantarkan oksigen dan zat-zat nutrisi yang diperlukan untuk proses penyembuhan.


Ketiga,
istirahat secara fisiologis, penting dan aman. Dengan berpuasa, kesempatan sistem pencernaan untuk beristirahat menjadi terpenuhi. Organ-organ kita perlu masa istirahat yang memadai. Istirahat tidak berarti berhenti aktivitas sama sekali, tetapi memberi kesempatan organ untuk beraktivitas minimal, termasuk organ jantung yang tidak pernah berhenti berdetak sepanjang masih hidup. Istirahat memberi kesempatan untuk membangun kembali kekuatan.

Keempat, jarang orang yang menyadari bahwa berpuasa juga mempercepat pembuangan sampah hasil metabolisme, karena peningkatan aliran darah keberbagai organ akan mengangkut “sampah” hasil metabolisme tubuh dari jaringan maupun darah.
Hal yang lebih khusus berkaitan dengan masalah kesehatan jantung adalah; pada saat puasa terjadi pemecahan deposit kolesterol. Pada umumnya deposit kolesterol tersimpan dalam dinding pembuluh darah. Deposit yang berlebihan akan menimbulkan penyempitan pembuluh darah. Saat berpuasa, tentu asupan kolesterol melalui saluran cerna akan menurun. Ada fenomena menarik bahwa pada 7-10 hari permulaan puasa Ramadan, kadar kolesterol darah terjadi peningkatan, namun kemudian mengalami penurunan.

Para peneliti meyakini bahwa peningkatan kadar kolesterol tersebut berasal dari pemecahan deposit kolesterol, yang digunakan untuk membentuk selaput sel baru atau membuat hormon, atau dibuang melalui saluran empedu ke saluran pencernaan.
Pada saat puasa terjadi peningkatan aktivitas fibrinolisis, terbukti dengan adanya peningkatan sintesa tPA (tissue Plasminogen Activator), zat yang berfungsi mengencerkan bekuan darah, dan penurunan kadar PAI-1 (Plasminogen Activator Inhibitor-1) zat yang merupakan antagonis tPA. Jadi saat berpuasa, terjadi peningkatan kemampuan melarutkan bekuan darah.

Â

Bukti Kinis Manfaat Berpuasa
Pengaruh puasa terhadap tubuh kita dapat dibagi menjadi pengaruh terhadap fisik (misalnya penurunan berat badan), metabolik (misalnya kadar gula darah), mineral, hormonal maupun psikologis.
Kejadian kardiovaskular seperti terjadinya serangan jantung didasari oleh berbagai faktor, seperti proses peradangan atau inflamasi secara subklinis (radang tanpa gejala) berupa peningkatan kadar penanda inflamasi seperti hsCRP (high sensitive CRP), atau plasminogen activator inhibitor-1 (PAI-1), suatu enzim yang membuat keping darah mudah menggumpal.
Dr. Ibrahim dan kawan kawan dari National University Malaysia, melaporkan bahwa terjadi penurunan yang signifikan pada berat badan, hsCRP dan PAI-1, kadar kolesterol jahat (LDL), kadar gula darah, dan peningkatan kadar kolesterol baik (HDL). Penurunan berat badan atau indeks massa tubuh, diduga kuat berperan terhadap penurunan hsCRP.

Tekanan darah sistolik turun secara signifikan dari 136 mmHg menjadi 129 mmHg, dan tekanan darah diastolik dari 78 mmHg menjadi 75 mmHg. Hal ini memperkuat berbagai laporan sebelumnya yang menyatakan bahwa puasa Ramadan mempunyai efek proteksi terhadap jantung maupun pembuluh darah.
Kekhawatiran dari beberapa pihak yang menyatakan bahwa dehidrasi akan meningkatkan ”kekentalan” darah sehingga memudahkan terjadinya serangan jantung atau stroke telah terbantahkan oleh beberapa penelitian yang dilaporkan di berbagai jurnal ilmiah.
J Al Suwaidi dan kawan-kawan melaporkan bahwa puasa Ramadan tidak meningkatkan risiko untuk terjadinya kejadian kardiovaskular seperti serangan jantung, kekerapan dirawat di rumah sakit akibat gagal jantung akut, dan lain lain.
Namun demikian dampak positif yang diperoleh selama puasa tersebut tidak bertahan lagi setelah usai Ramadan. Hal ini memperlihatkan bahwa kebiasaan baik selama bulan Ramadan tersebut perlu dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun tidak dalam bentuk yang sama 100 persen.
Artinya mengendalikan diet, dan secara periodik melakukan puasa di luar bulan Ramadan, seperti puasa Senin dan Kamis akan memberi dampak jangka panjang yang lebih signifikan terhadap kesehatan jantung ***

Â

Bambang Budiono adalah Heart & Vascular Center – RS Awal Bros


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya