Makassar Penuh Harapan

07 August 2012 01:45
Makassar Penuh Harapan
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Oleh : Usdar Nawawi

Makassar Great Expectation, Makassar penuh harapan, adalah tagline yang dipilih dan ditetapkan untuk mahkota Kota Makassar, dalam rangka promosi di dunia kepariwisataan. Datanglah dan nikmatilah Makassar, karena Makassar adalah kota yang penuh dengan harapan. Tagline ini, memang agak sederhana dibanding dengan kota Jakarta yang popular dengan tagline “Enjoy Jakarta”

Tetapi apa pun nama yang dipilih untuk tagline promosi pariwisata Kota Makassar, bukanlah sebuah persoalan. Kalimat Makassar Great Expectation sudah cukup memberi makna yang mendalam. Dan yang paling dibutuhkan sesungguhnya adalah dukungan infrastruktur daerah, objek wisata, serta kesiapan masyarakatnya dalam menerima kedatangan wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara. Dan tentunya dengan bahasa penyambut yang manis : Makassar Penuh Harapan.

Apa yang Engkau Harapkan ?

Sepasang wisatawan yang datang di Pelabuhan Tradisional Paotere, lalu bertanya : Apa yang engkau harapkan, Makassar ? Pertanyaan ini tentu dalam kaitannya dengan kalimat Makassar Penuh Harapan, setelah sang turis membaca spanduk bertuliskan : “Makassar Great Expectation” di gerbang Paotere.

Pertanyaan yang sungguh menggelitik ini, sesungguhnya membutuhkan jawaban yang pas, tepat, komprehensip, juga punya standar kajian ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan. Dan tentunya, hal ini adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah kota Makassar dalam menyusun kalimat-kalimat jawaban pada pada saat sekarang atau pada waktu-waktu yang akan datang. Boleh jadi, hal ini memerlukan seminar berhari-hari, sama ketika nama Ujung Pandang diseminarkan, lalu berhasil mengembalikan nama Makassar.

Bahwa Makassar penuh harapan, sesungguhnya adalah sejenis pernyaataan yang erat kaitannya dengan semangat yang menggebu dalam menyongsong mada depan kota ini. Makassar menuju kota dunia seperti yang dicanangkan Walikota Ilham Arief Sirajuddin, adalah sebuah harapan ke depan, agar kelak pada suatu hari nanti, sejarah Makassar yang pernah menjadi bandar internasional di masa lalu, akan kembali diraih dengan statusnya sebagai bandar internasional yang diperhitungkan dalam perdagangan dunia di masa depan.

Harapan untuk menjadi sebuah kota dunia yang modern, dengan tetap memelihara dan mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal, sesungguhnya memang bukan sebuah pekerjaan yang gampang. Sebab Kota Makassar yang dihuni oleh empat enis utama, yakni Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja, ditambah dengan etnis Cina dan beberapa etnis lainnya, dengan total penduduku 1,6 juta jiwa, membutuhkan waktu yang sangat panjang dalam proses penyesuaian terhadap peradaban dan pergaulan dunia.

Namun ide cemerlang Walikota Ilham Arief Sirajuddin yang sangat berani ditorehkan dalam konteks pembangunan Kota Makassar untuk menuju Kota Dunia, patut kiranya kita apresiasi, dengan harapan bahwa apa yang dimaksudkan dengan menuju Kota Dunia itu sungguh-sungguh pada suatu saat nanti bisa benar-benar tercapai. Bahwa yang pasti, ide dasar menuju Kota Dunia telah diletakkan Walikota Ilham Arief Sirajuddin, yang tentunya diharapkan ke depan dapat dikembangkan dengan konsep yang lebih matang dan berdaya guna.

Apa yang Kita Punya

Bahwa apa yang kita punya di Makassar, untuk menjadi modal dasar untuk sebuah kota yang penuh harapan, sesungguhnya sangat banyak dan beragam. Sisa bagaimana kota ini dengan segala pontensinya, dimenej sebaik mungkin.

Makassar sebagai kota dagang dan jasa, memiliki pelabuhan laut yang strategis dalam perdagangan internasional. Makassar yang menjadi kota tujuan pemasaran hasil bumi dan hutan, sesungguhnya sangat berpotensi mengembangkan jasa perantara internasional, seperti halnya apa yang dilan kukan Singapura selama ini. Mengapa tidak kayu hitam Mamuju diekspor dari Makassar, dan bukan dari Singapura.

Dari segi kerajinan tangan, cindera mata, aksesoris dari kayu, atau apa saja yang dapat dijadikan bahan industri, seyogyanya dilahirkan atau dikemas di Makassar, untuk seterusnya diekspor ke manca negara. Demikian juga dalam hal usaha jasa, demikian banyak potensi usaha jasa yang bisa dikembangkan di Makassar.

Kita tentu berharap, agar Makassar dan masyarakatnya ke depan, bisa hidup lebih sejahtera, dengan income perkapita yang tinggi, dengan mobilitas ekonomi yang tinggi, infrstruktur kota yang standar, system layanan public yang prima, angka kemiskinan terus-menerus merangkak turun, perumahan yang cukup, makanan yang cukup, angka pengangguran menukik rendah, system keamanan yang baik, penegakan hukum yang adil, dan system pemerintahan yang demokrtis ; semuanya itu adalah merupakan harapan kita di masa depan.

Harapan Sebuah Kota Bernama Makassar

Terlepas dari konteks uraian di atas, Makassar Penuh Harapan atau Makassar Great Expectation, sebetulnya juga dapat bermakna tentang harapan kunjungan wisatawan yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

Makassar yang berharap banyak kedatangan turis asing maupun domestik, yang tentunya demi pertumbuhan ekonomi sesuai yang diharapkan. Bahwa semakin banyak turis dating ke Makassar, akan semakin banyak pula harapan dalam hal pertumbuhan ekonomi. Terlebih apabila yang datang itu bukan sekadar turis, tetapi adalah calon investor yang ingin menanamkan modalnya di Makassar ***

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya