HTTP Status[404] Errno [0]

Promosi Pariwisata Sulsel di Singapura, Perlu Diaudit

11 August 2012 01:30
Promosi Pariwisata Sulsel di Singapura, Perlu Diaudit
Promosi pariwisata Sulsel di Taxi Singapura bergambar Syahrul Yasin Limpo
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Promosi pariwisata Sulsel di Taxi Singapura
bergambar Syahrul Yasin Limpo

BugisPos — Promosi Pariwisata Sulawesi Selatan dengan wajah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Singapura yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah tersebut perlu diaudit.

“Itu sama saja menghamburkan uang atau membuang garam dilaut. Promosi wajah gubernur di Singapura sangat tidak efektif, dan anggaran itu perlu diudit,” kata Pemerhati Pariwisata Sulsel Bakri Aladin di Makassar, Kamis 9/8/12

Ia menilai justru daerah itu hakikatnya tidak serius dalam pengembangan pariwisata, yakni terlihat dari program-program kerja Sulsel yang belum bisa diperhitungkan di dunia internasional.

Selain itu, promosi wajah gubernur Sulsel yang terpasang di sejumlah taxi Singapura tidak berpangaruh pada kunjungan wisata di Sulsel, bahkan cenderung menurun.

“Tidak ada timbal-balik dalam promosi itu, malah terkesan membuang anggaran. Saya sepakat dengan pemerhati pariwisata lainnya bahwa seharusnya promosi yang dilakukan Pempov lebih kepada budaya dan seni kedaerahan Sulsel, bukan wajah gubernur,” ungkapnya seperti dirilis Antara

Sebelumnya, Koordinator Regional DPP ASITA Nico B. Pasaka mengungkapkan bahwa promosi pariwisata Sulawesi Selatan di Singapura dengan cara “membranding” taxi lokal, menjadi bahan tertawaan warga Singapura dan wisatawan mancanegara.

Sebab, alat promosinya tepat, tetapi bahan promosinya dinilai salah sehingga tidak membuahkan hasil efektif sebagai sarana promosi pariwisata.

Hal itu terjadi karena promosi pariwisata Pemprov Sulsel dengan cara membranding 100 unit taksi di Singapura dilakukan dengan penonjolan wajah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada tahun 2010 dengan tulisan “Visit South Sulawesi 2012” tidak efektif.

Menurutnya, alat promosinya membranding taxi itu sudah tepat, namun bahan promosinya fokus wajah Gubernur, itu yang tidak tepat, harusnya wajah putri pariwisata, obyek wisata yang menjadi destinasi.

Salah satunya, seperti rumah adat Toraja Tongkonan, perahu tradisional Phinisi, Kuburan Batu dan lainnya menjadi fokus penonjolan gambar branding tersebut dibanding wajah Gubernur Sulsel.

“Kalau wajah Gubernur, paling tepat Balihonya dipasang di bandara Singapura, Jakarta dan Makassar dengan kalimat “wellcome to South Sulawesi” bukan pada taxinya, mana ada yang mengenal Gubernur Sulsel,” tandasnya (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya