HTTP Status[404] Errno [0]

Duhh … Dana Bantuan Siswa Miskin Disunat Pula

15 August 2012 03:19
Duhh … Dana Bantuan Siswa Miskin Disunat Pula
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos – Sudah miskin, eee dana bantuannya disunat pula. Jajaran PNS di negeri ini, termasuk para guru dan staf sekolah, sepertinya benar-benar sudah tak mampu menghindari korupsi amupun pungli. Bahkan bantuan anak sekolah miskin pun begitu teganya disunat. Buktinya, Dana Bantuan Miskin (BSM) dari Kementerian Pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa SMPN 19 Moncongloe, dikelurhkan sejumlah orang tua siswa. Alasannya, dari dana tersebut pihak sekolah melakukan pemotongan.

Informasi dihimpun dari orang beberapa sumber, baik para orang tua siswa, maupun pihak-pihak terkait, menyebutkan siswa di SMPN 19 Moncongloe yang mendapat BSM sekira 28 orang. Bantuan itu berdasarkan ajuan yang dilakukan pihak sekolah.

Salah seorang orang tua siswa, Mardin, seperti dirilis FAJAR online Senin 13/8/12, mengatakan, sebelumnya pihak orang tua siswa diundang pihak sekolah guna membicarakan rencana pemotongan dana BSM itu. Namun, kata dia, dalam rapat itu tidak ada kesekapatan antara orang tua dan pihak sekolah.

Apalagi, kata dia, berdasarkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) BSM, setiap siswa mestinya mendapat dana BSM sekira Rp550 ribu namun yang diterima siswa hanya Rp500 ribu. “Kami ini sudah miskin dan dana senilai Rp50 ribu itu sangat besar nilainya bagi kami, tapi kenapa pihak sekolah tetap memotongnya meski tidak ada persetujuan dari pertemuan itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala sekolah SMPN 19 Moncongloe, Baharuddin saat akan dikonfirmasi tidak dapat dihubungi ponselnya. Tapi, Bendahara Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP 19 Moncongloe, Syamsuddin, yang dihubungi membenarkan pemotongan tersebut.

Dia mengatakan, jumlah siswa yang mendapat dana BSM untuk tahun ini sebanyak 28 orang dengan rincian 20 siswa mendapat bantuan Rp550 ribu dan 8 orang lainnya mendapat Rp275 ribu. “Untuk yang mendapat bantuan Rp550 ribu dipotong Rp50 ribu, sedangkan siswa dengan bantuan rp275 ribu, dipotong Rp25 ribu,” ungkap Syamsuddin.

Menurutnya, dana tersebut dipotong berdasarkan persetujuan kepala sekolah Baharuddin. Dia mengaku tidak akan berani melakukan pemotongan jika tidak ada persetujuan dengan pihak sekolah.

Sementara itu, menyikapi adanya potongan Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari Kementerian Pendidikan diperuntukkan bagi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Moncongloe mendapat tanggapan dari sejumlah anggota legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros.

Ketua Komisi III, Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial (Kesra) DPRD Maros, Darwis Daud mengatakan pihak sekolah harusnya tidak melakukan pemotongan terhadap bantuan itu.

“Apapun alasan dari pihak sekolah itu tetap tidak boleh dilakukan. Karena pada dasarnya pemotongan itu merupakan salah satu bentuk pelanggaran,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi III lainnya, Lory Hendrajaya. “Pihak sekolah tidak diperbolehkan melakukan pemotongan apapun yang diperuntukkan bagi siswa. Bahkan untuk mengajukan persetujuan pemotongan untuk orang tua siswa pun itu tidak diperbolehkan. Karena sudah pasti setuju menerima apapun,” jelasnya.

Beda halnya kalau sifatnya persetujuan sumbangan, kata Lory, itu dibolehkan. “Tapi kalau sumbangan kan biasanya tidak ditentukan jumlah atau nilai potongannya. Terserah orang tua siswa,” tandasnya (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya