HTTP Status[404] Errno [0]

Menulislah, dan Sejarah Mengabadikanmu

15 August 2012 03:22
Menulislah, dan Sejarah Mengabadikanmu
Pembicara pada seminar deklarasi Gerakan Mahasiswa Menulis Buku di Unhas
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Pembicara pada seminar deklarasi Gerakan Mahasiswa Menulis Buku di Unhas

BugisPos — Menulislah maka sejarah akan mengabadikanmu. Begitulah pesan yang sering kita dengar sebagai penyemangat untuk terus menorehkan tinta di atas kertas putih.

Hal itu pula yang mendasari Guru Besar Fakultas Ekonomi Unhas, Prof Muhammad Asdar, mencetuskan deklarasi Gerakan Mahasiswa Menulis Buku (GMMB) di Baruga AP Pettarani Unhas, Minggu, 5/8/12

Deklarasi kemarin mengambil tema satu buku satu mahasiswa dengan motto “Ini Bukuku (Ibuku)”. Selain deklarasi, juga diadakan seminar dan lokarya. Khusus seminar, terbagi dua sesi. Sesi pertama membahas tema mengenai kepemimpinan Rasulullah dan sesi kedua membahas tema kesehatan yang islami.

Pemrakarsa GMMB, Prof Muhammad Asdar, mengungkapkan, kegiatan yang dirintisnya itu hanyalah langkah kecil untuk membuat perubahan di negeri ini. Ia berharap kegiatan kemarin bisa menjadi wadah untuk meningkatkan minat baca dan menulis di kalangan mahasiswa. Selain itu, juga berdampak pada perkembangan kecerdasan inovatif dan kecerdasan kreatif.

“Keberhasilan kegiatan ini bukan banyaknya mahasiwa yang hadir tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran untuk segera menulis. Setiap orang itu perlu untuk menulis buku, dengan menulis buku kita memberi manfaat bagi orang lain. Selain itu, penulis akan terus dikenang selama bukunya tetap dibaca dan dimanfaatkan,” ujar Asdar di hadapan peserta deklarasi seperti dirilis Fajar Online.

Buku merupakan wahana mengembangkan dan menyebarluaskan gagasan, ide, ataupun hasil penelitian. Melalui buku maka kebiasaan membaca dan menulis dengan sendiri sudah menyatu di dalamnya. Asdar mengatakan, mahasiswa sebagai generasi yang mengemban amanah masa depan harus mendapat perhatian dan dukungan dalam membuat buku.

Asdar menambahkan selama ini ada pelbagai masalah yang dihadapi mahasiswa sehingga tak bisa menulis. Masalah itu di antaranya, tidak ada ide, tidak ada dana, tidak ada kemauan, tidak senang membaca, tidak senang berpikir serta tidak senang mengkhayal.

“Agar lepas dari masalah itu, kita semua perlu rajin membaca, menabung atau kerja sama dalam pembiayaan dengan sesama penulis, harus membayangkan bahwa dengan menulis banyak hal yang dapat diraih. Rajin membaca buku, koran, majalah dan apa saja yang diminati. Luangkan waktu sejenak untuk berpikir minimal dengan hal-hal yang dialami, carilah inspirasi dengan berekreasi di alam bebas. Terpenting setiap ada ide tulislah,” ajaknya.

Deklarasi kemarin juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para penulis buku. Di antaranya kepada Ahmad Fausih Ashari yang mewakili mahasiswa strata satu, Yamadi wakil mahasiswa strata dua, serta M Sabri mewakili kalangan doktor Universitas Islam Negeri Alauddin, dan beberapa penulis lainnya (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya