HTTP Status[404] Errno [0]

Pengamat Politik : Cagub Sulsel Jangan Hanya Umbar Janji

22 August 2012 04:09
Pengamat Politik : Cagub Sulsel Jangan Hanya Umbar Janji
Pengamat politik Unhas Dr. Hasrullah, MA
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Pengamat politik Unhas Dr. Hasrullah, MA

Bugis Pos — Pengamat politik dari Unhas Dr Hasrullah, MA meminta calon Gubernur Sulawesi Selatan Pilgub 2013 yang sekarang ini melakukan sosialisasi, agar jangan hanya sekedar mengumbar janji, melainkan harus memiliki komitmen kuat untuk merealisasikannya.

Termasuk berkomitmen untuk bersedia mundur bila tidak berhasil merealisasikan program atau janji politik yang disampaikan saat kampanye bila terpilih kelak.

Hal itu dikemukakan Hasrullah yang juga dosen pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) kepada Antara di Makassar, menanggapi sistem demokrasi di Sulsel yang dinilai masih sangat buruk.

Sistem demokrasi yang berlangsung di Provinsi Sulsel masih sangat buruk, sebab daerah yang menjadi entry point di kawasan timur Indonesia ini berada pada peringkat empat terendah indeks demokrasi Indonesia (IDI).

Kondisi domokrasi di Sulsel ini berdasarkan data Bappenas dan UNDP 2011 dengan poin 61, atau hanya mampu lebih baik dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), ujarnya.

Salah satu ukuran melihat IDI, lanjutnya, adalah kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga demokrasi yang ada. Berdasarkan data itu, maka Sulsel bisa dikatakan berada pada posisi ademokrasi atau belum demokratis karena berada pada urutan keempat terbawah IDI.

Berdasarkan fakta itu, lanjutnya, sehingga dapat dikatakan bahwa komunikasi politik yang dilakukan pemerintah selama ini, itu satu arah, tidak ada timbal baliknya.

Rendahnya indeks demokrasi Sulsel juga mengindikasikan janji politik yang disampaikan calon pemimpin di provinsi ini belum dirasakan masyarakat atau mereka tidak merealisasikan janji politiknya. artinya janji politik saat sosialisasi atau saat kampanye hanya sebatas janji dan masyarakat tidak mendapatkan apa yang pernah dijanjikan.

“Ini aneh, karena berdasarkan data tersebut maka pelaksanaan demokrasi di Sulsel ternyata lebih buruk dari Papua, Aceh, Sulawesi Tenggara dan provinsi lainnya,” papar Hasrullah.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan Gubernur yang juga incumbent untuk pilgub Sulsel 2013 Syahrul Yasin Limpo serta calon gubernur lainnya agar tidak hanya fokus pada branding dan pemasangan baliho saja.

“Sulsel membutuhkan pemimpin yang memiliki lompatan pemikiran yang jauh ke depan sehingga benar-benar memiliki komitmen membangun Sulsel lebih baik,” ujarnya.

Bakal calon Gubernur Sulsel pada Pilgub Januari 2013 yang mengemuka saat ini adalah pasangan Syahrul Yasin Limpo (Gubernur/Ketua DPD Golkar Sulsel)-Agus Arifin Nu’mang (Wagub), pasangan Ilham Arief Sirajuddin (Wali Kota Makassar/Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel) – Azis Kahar Muzakkar (DPD RI) dan pasangan Rudiyanto Asapa (Bupati Sinjai/Ketua Gerindra Sulsel) – Andi Nawir (Anggora DPRD Sulsel).(gafar)



Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya