HTTP Status[404] Errno [0]

Skandal Suap di Kejari Bone

22 August 2012 04:05
Skandal Suap di Kejari Bone
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bone Rahman Morra terancam mendapatkan sanksi tegas dari Kejati Sulsel atas dugaan skandal suap senilai Rp140 juta yang diterimanya dari seorang terdakwa.

“Kami masih melakukan pengumpulan bukti-bukti karena tim juga masih bekerja. Tetapi jika itu terbukti, maka pasti akan ada sanksi tegas yang akan dijatuhkan kepada jaksa yang berani bermain-main,” tegas Asisten Pengawasan Kejati Sulsel Sugeng Purnomo, di Makassar, Selasa 15/8/12

Ia mengatakan, skandal suap yang melibatkan terdakwa Bachtiar karena kasus narkotika (Narkoba) telah menciderai rasa keadilan warga Bone.

Bachtiar sendiri telah divonis 1,2 tahun penjara berdasarkan putusan pihak PN Watampone.

Skandal suap ini sendiri terbongkar setelah isteri terdakwa Bachtiar yakni Resmi kecewa dengan putusan pengadilan yang menjatuhkan vonis 14 bulan kurungan penjara terhadap suaminya.

Padahal dalam perjanjian yang disepekati antara Kasi Pidum Kejari Watampone Rahman dan pihak keluarga terdakwa melalui salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) mestinya terdakwa diputus dengan cara rahabilitasi atau pengobatan. Namun perjanjian itu malah diingkari Rahman sehingga skandal suap ini dibeberkan.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel Nur Alim Rachim membenarkan adanya tim pengawasan Kejati Sulsel turun lapangan untuk menelisik dugaan terjadinya skandal suap yang dilakukan Kasi Pidum Kejari Watampone.

“Tim sudah bergerak ke lokasi dengan tujuan mengumpulkan bukti-bukti adanya kasus penyuapan jaksa,” tegasnya seperti dirilis Antara

Mantan Kasi Intel Kejari Parepare ini pun enggan mengumbar bahkan memberikan keterangan apapun menyangkut sanksi seperti apa yang bakal dijatuhi Rahman jika pada akhirnya terbukti menerima suap.

“Soal sanksi itu menjadi kewenangan pihak Kejagung RI setelah hasil laporan dan pemeriksaan yang dilakukan tim pengawasan kejati dilaporkan ke Kejagung,” tambahnya (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya