HTTP Status[404] Errno [0]

Pembayaran Utang Gaji tak Jelas, Pemain PSM Ancam Mogok

23 August 2012 02:40
Pembayaran Utang Gaji tak Jelas, Pemain PSM Ancam Mogok
Pemain-pemain PSM Makassar saat latihan.

Bugis Pos — Lebaran sudah berlalu. Namun, manajemen PSM dan konsorsium PT Mitra Bola Indonesia (MBI) masih berutang gaji kepada 29 penggawa Pasukan Ramang. Utang gaji tersebut untuk bulan Juli dan Agustus.

Termasuk sisa 60 persen gaji Mei yang tak kunjung dibayarkan. Manajemen PT Pagolona Sulawesi Mandiri (PSM) baru menyelesaikan gaji Juni sebelum Lebaran Idulftri. Kapten PSM, Andi Oddang mewakili rekan-rekannya kepada Fajar online  mengutarakan bahwa manajemen dan konsorsium mesti melunasi utang dua bulan itu.

Begitupun sisa gaji Mei sebesar 60 persen yang belum juga dibayarkan. Para pemain tetap pada keputusannya yang akan mogok berlatih pada saat latihan perdana dimulai pada pekan pertama September mendatang. Pemain tak mau berlatih sebelum gajinya dilunasi.

“Keputusan tetap akan mogok berlatih sampai gaji semuanya telah dilunasi. Ini sudah kesepakatan semua teman-teman,” tegas Oddang.

CEO PSM, Rully Habibie yang dimintai tanggapan terkait ancaman mogok para pemain enggan berkomentar. Dia hanya berjanji bahwa sisa gaji pemain itu akan diselesaikan.

Lantas kapan gaji tersebut diselesaikan? Rully tetap memilih bungkam. Malah dia meminta supaya masalah gaji dan nilai yang mesti disiapkan membayar dua bulan gaji plus sisa 60 persen Mei tak perlu diberitakan lagi.

“Kan sudah saya jelaskan dan saya tidak tambah dan kurangi. Saya tidak penah conform mengenai angka karena itu adalah rahasia perusahaan. Tolonglah, kita mau fair juga kan, jadi harus paham apa itu kode etik perusahaan. Saya belum mau komentar dahulu karena saya mau semua berlebaran. Itu yang penting buat saya,” kata Rully.

Sementara itu, pelatih PSM, Petar Segrt melalui pesan singkat (SMS) mengakui sudah berada di Indonesia sejak Sabtu, 18 Agustus lalu. Namun, dia tidak langsung ke Makassar melainkan mampir di Jakarta.

Petar mengakui akan bertemu CEO, Rully Habibie dan Ketua Umum PSM, Sadikin Aksa membicarakan soal gaji pemain. Termasuk ancaman mogok berlatih para pemain.

“Saya sekarang berada di Jakarta dan sesegera mungkin ke Makassar. Tetapi, terlebih dahulu saya harus bertemu dengan Rully dan berbicara tentang situasi PSM,” ujarnya.

Tentang latihan perdana dan pemain baru, menurut Petar dia juga harus menunggu keputusan dari Rully dan Sadikin Aksa. Namun, karena masih suasana Lebaran di mana orang-orang banyak menghabiskan waktunya dengan keluarga, maka Petar sangat respek dan akan menunggu hingga waktunya tiba kembali membicarakan mengenai PSM. (gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya