HTTP Status[404] Errno [0]

Proyek Trans Sulawesi Terbengkalai

24 August 2012 03:53
Proyek Trans Sulawesi Terbengkalai
Proyek Jalan Trans Sulawesi yang ditarget rampung akhir 2012, masih terbengkalai.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Proyek Jalan Trans Sulawesi yang ditarget rampung akhir 2012, masih terbengkalai.

Bugis Pos — Janji Pemprov Sulsel merampungkan proyek perbaikan/pelebaran Trans Sulawesi di poros Kabupaten Maros-Kota Parepare, hanya isapan jempol belaka. Padahal, awalnya, proyek ini ditargetkan rampung pada 2010 dan terus molor sampai sekarang.
Di Kabupaten Barru, proyek pelebaran Trans Sulawesi yang panjangnya sekitar 87 km masih terdapat beberapa titik yang belum rampung. Selain masalah pembebasan lahan juga beberapa titik sambungan mulut jembatan belum selesai dilaksanakan pekerjaannya. Juga beberapa lokasi terkendala pembongkaran rumah warga.
Di Kecamatan Mallusetasi, misalnya, masih ada dua titik yang sama sekali tak bisa dikerja karena terkendala harga pembebasan. Seperti di Bojo Baru dan Labuange.
Menurut Camat Mallusetasi, Safruddin, kepada Fajar Kamis, (23/8/2012), dua titik tersebut belum bisa diselesaikan karena pemiliknya mematok harga pembebasan yang terlampau tinggi. Harga yang terlampau tinggi, katanya, tidak mungkin dipenuhi. Jika dipenuhi, kata dia, berdampak kepada warga lainnya yang juga pada posisi yang sama. “Kita berharap semua bisa diselesaikan secepatnya,” katanya.
Hal yang sama terjadi di Trans Sulawesi di wilayah Pangkep. Ratusan kendaraan roda empat dan roda dua terpaksa antre untuk melintasi beberapa ruas jalan yang masih menyempit. Antrean berlangsung 30 menit hingga satu jam, hingga petugas pengamanan berhasil mengatur arus lalu lintas.
Beberapa ruas jalan yang dipadati kendaraan yang ingin melintas, di antaranya terdapat di Jembatan Kalibone-perbatasan Pangkep dan Maros, di Jalan Kemakmuran- kompleks Ruko Palampang, Jalan Ambarala- perempatan poros Makassar Parepare-Tonasa II, serta jalan poros yang melintas di Kecamatan Segeri. Di ruas-ruas jalan tersebut, pelebaran jalan belum tuntas dilakukan sebab masih terkendala pembebasan lahan.
Kondisi terpadat, terjadi di Jalan Kemakmuran- kompleks Ruko Palampang, Pangkep. Untuk melintasi wilayah yang masih menyempit tersebut, kendaraan terpaksa harus merayap mulai dari jembatan Pangkajene hingga jembatan Cina dengan jarak sekira 300 meter. Arus kendaraan yang hanya memuat dua kendaraan roda empat dari arah berlawanan membuat perjalanan terhambat.
Tidak hanya ruas jalan yang belum diperlebar akibat terkendala pembebasan lahan, yang membuat kepadatan terjadi di wilayah Kabupaten Pangkep, permasalahan lainnya yakni, masih banyaknya jalan yang terpotong. Akibatnya, arus kendaraan harus dialihkan ke ruas jalan sebelahnya. Terhitung sedikitnya ada lima ruas jalan yang masih terpotong.   Kesemuanya terdapat di wilayah Kecamatan Ma’rang, Segeri hingga Kecamatan Mandalle. Keadaan ini seringkali membuat rawannya laka lantas di wilayah tersebut.
Asisten I Bidang Pemerintahan, Pemkab Pangkep, Drs H Effendi Kasmin MM, mengungkapkan kendala utama pembebasan lahan di wilayah Pangkep adalah soal pembebasan lahan warga. Sedikitnya masih ada sekira 30-an rumah dan ruko belum dibebaskan. Negosiasi harga lahan, sebagai faktor penghambatnya.
“Di wilayah Kompleks Ruko Palampang, dari total 91 ruko yang terkena imbas proyek Trans Sulsel, masih ada sekira 13 ruko yang belum dibebaskan. Kendalanya, belum ditemuinya titik kesepakatan harga. Begitu pula yang terjadi di wilayah Kecamatan Segeri,” ujar Effendi yang ditemui FAJAR saat pembongkaran ruko di wilayah Palampang.
Dijelaskan Effendi, untuk pembebasan lahan di wilayah Kecamatan Bungoro sendiri dengan jumlah 30 ruko, kesemuanya telah tuntas, namun pengerjaanya belum dilakukan oleh pemerintah provinsi. Sementara untuk wilayah Kecamatan Segeri, 20 rumah dan ruko juga telah tuntas pembebasannya. Sisanya tinggal 20 rumah dan ruko lagi yang sementara dinegosiasikan Pemkab Pangkep.
Sementara itu, Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid yang tengah memantau pembongkaran ruko di wilayah Palampang mengimbau agar masyarakat berpartisipasi dalam proyek pelebaran Trans Sulsel dengan cara tidak mempersulit pemerintah. Menurutnya, masyarakat harus sadar bahwa pelebaran jalan dilakukan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri, sehingga harus didukung.
Di Maros, ketidakcocokan harga juga menjadi penghambat pembebasan lahan proyek pelebaran Trans Sulawesi. Menurut Kabag Pemerintahan Pemkab Maros, Frans Johan untuk di Kecamatan Turikale yang belum dikerjakan masih ada tujuh titik.
“Dari tujuh titik itu sudah ada empat yang dalam proses pembayaran dan tiga titik masih belum sepakat dengan harga yang diberikan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis, 23 Agustus.
Sementara di Kecamatan Lau di Lingkungan Barandasi, kata dia, yang belum dikerjakan masih ada 21 orang/titik. Namun, dari 21 itu, ada dua orang yang sudah mulai setuju dan sementara dalam proses, sehingga tersisa 19 orang yang belum setuju.
“Di Kecamatan Bontoa masih ada dua. Dimana satu titik itu berdasarkan bukti penerimaan telah menerima uang senilai Rp100 juta namun hingga kini berkasnya belum kita terima dan satunya memang belum sepakat dengan harga,” ungkapnya.
Di titik-titik terjadi penumpukan kendaraan saat arus balik Rabu malam. Antrean panjang hingga tiga kilometer berlangsung hingga berjam-jam. Kondisi ini terjadi karena terjadi penyempitan jalan saat ruas jalan sedang dikerjakan.

Khusus di Maros ini, lanjut Frans Johan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi antara tim 9 dengan Pengadilan dan BPN. Mengenai langkah yang akan diambil jika warga masih bersikeras dengan pendiriannya sementara surat dari Balai Besar Jalan memberikan batas penyelesaian hingga Desember mendatang.
“Sebelum Lebaran kita sudah melakukan rapat terkait mekanisme yang akan kita ambil jika kondisinya sudah buntu. Jadi nantinya kita serahkan prosesnya dan titip dananya di pengadilan,” katanya.

Sehingga yang melakukan mediasi untuk langkah hukum selanjutnya. “Dalam Perpres 65 tahun 2006 kan memang diatur seperti itu,” katanya.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya