HTTP Status[404] Errno [0]

Soal Pabrik Kulit, Pemprov Sulsel Mengecewakan

24 August 2012 03:48
Soal Pabrik Kulit, Pemprov Sulsel Mengecewakan
Walikota Ilham Arief Sirajuddin
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Walikota Ilham Arief Sirajuddin

BugisPos — Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menegaskan, memorandum of understanding (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Kota Makassar terkait instalasi pengolahan limbah (IPAL) pabrik pengolahan kulit di Tamangapa, Antang Raya, tidak berjalan baik.

IPAL yang dijanjikan pemerintah provinsi dan telah tertuang dalam MoU sejak tahun lalu, hingga saat ini belum terealisasi.

“Karena yang dijanjikan pemerintan provinsi tidak kunjung cair, maka anggaran IPAL kami masukkan dalam APBD 2012 ini. Nilainya sekitar Rp1,4 miliar,” kata Ilham.

Sedianya, imbuh Ilham yang memastikan dirinya maju berpasangan Aziz Qahhar pada pemiihan gubernur mendatang, pabrik pengelolaan kulit tersebut sebenarnya bisa digunakan tahun ini namun hingga akhir 2009 anggaran IPAL yang dijanjikan pemprov dalam MoU tidak tereallisasi.

Hal itu disampaikan Walikota terbaik versi Majalah Tempo 2008 ini, kepada legislator  yang tergabung dalam panitia khusus (pansus) sistem kesehatan DPRD Sulsel, di antaranya Rudy Pieter Goni (PDIP), Amir Anas (Hanura), Amir Uskara (PPP), dan Devi Santy Erawaty (PKS) saat berkunjung ke Balaikota Makassar.

Di tempat sama, Ilham mengatakan, kendati MoU Pemprov tidak terealisasi, namun bukan menjadi penghalang mendirikan pabrik pengolahan kulit di Kota Makassar. Pabrik pengolahan kulit dikelola unit pelaksana teknis di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar.

Jika beroperasi, Makassar juga sudah bisa menjadi indsutri barang sandang dari bahan baku kulit, seperti tas, sepatu, sendal, atau jaket.

Pabrik pengolahan kulit ini menelan anggaran sekitar Rp 30 miliar. Tahun 2011, sudah memakan anggaran sebesar Rp 14 miliar, Rp 2 miliar dari APBD dan Rp 12 miliar berasal dari APBN.

Pada tahun 2012 ini, Pemerintah Kota Makassar masih menunggu tambahan 5 (lima) unit mesin induk dan mesin pembantu yang nilainya berkisar Rp 16 miliar.

Kapasitas mesin ini dapat memproduksi sekitar 1- 2 ton kulit per hari (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya