HTTP Status[404] Errno [0]

KPK Matangkan Pemeriksaan Petinggi Polri

26 August 2012 08:34
KPK Matangkan Pemeriksaan Petinggi Polri
Petugas KPK saat menggeledah dokumen terkait kasus simulator SIM Korlantas Mabes Polri.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Petugas KPK saat menggeledah dokumen terkait kasus simulator SIM Korlantas Mabes Polri.

BugisPos — Wakil Ketua KPK Zulkarnaen mengatakan, KPKÂ telah mengambil ancang-ancang untuk memeriksa Irjen Pol Djoko Susilo yang menjadi tersangka korupsi driving simulator di Korlantas Polri. Dalam rangka memeriksa Djoko nanti, KPK juga akan menyurati Kapolri.
Zulkarnaen mengungkapkan, bagaimanapun sampai saat ini Djoko masih tercatat sebagai polisi aktif. “Biasanya kita sampaikan panggilan melalui pimpinan (Polri) kalau dia masih pegawai. Tapi bukan izin, hanya memberitahukan. Kita kan hanya beritahu pimpinannya,” kata Zulkarnaen kepada Fajar di kantor KPK pekan ini.

Lebih lanjut Zulkarnaen menambahkan, pemanggilan atas Djoko juga dapat dilakukan melalui Kapolri. “Malah biasanya penyampaian panggilan itu pada pimpinan juga,” sambungnya.

Bagaimana jika Polri juga hendak memeriksa Djoko yang sudah dibidik KPK? Zulkarnaen menegaskan bahwa Polri tak perlu izin KPK. KPK hanya berupaya menghindari jadwal pemeriksaan atas Djoko bersamaan waktunya dengan pemeriksaan oleh Polri. Hanya saja Zulkarnaen belum merinci jadwal pasti tentang pemeriksaan atas Djoko.

Seperti diketahui, Djoko adalah perwira tinggi Polri yang menjadi tersangka korupsi proyek driving simulator di Korps Lalu Lintas yang pernah dipimpinnya. Dalam proyek senilai Rp198,6 miliar itu diduga terdapat kerugian negara hingga Rp100 miliar.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat tersangka termasuk Djoko. Tiga tersangka lainnya adalah Wakakorlantas Polri Brigjen (Pol) Didik Purnomo, Dirut PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Susanto, serta Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo.

Di pihak lain, Mabes Polri juga menetapkan lima orang tersangka termasuk Didik, Budi Susanto dan Sukotjo. Dua tersangka lainnya adalah AKBP Teddy Rismawan dan Kompol Legimo.

Sementara itu, Mabes Polri kembali menyalip KPK dalam penyidikan perkara korupsi simulator SIM. Jumat (24/8/2012), penyidik Bareskrim Mabes Polri bakal telah memeriksa Gubernur Akpol non aktif Irjen Pol Djoko Susilo sebagai saksi. Padahal, Djoko selama ini selalu menolak diperiksa KPK.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pemeriksaan itu kembali dilakukan untuk mendalami peran para tersangka. Pemeriksaan juga dilakukan untuk menggali apa yang diketahui Djoko dalam pengadaan yang diduga merugikan kas negara tersebut.

Jenderal bintang satu itu mengatakan, agenda pemeriksaan Djoko sejatinya sudah diagendakan jauh hari sebelum Lebaran. Para penyidik memang merencanakan untuk memeriksa lebih intensif lagi para pihak yang terlibat setelah libur Lebaran. ’’Harus segera dilakukan biar ada kepastian hukum,’’ katanya.

Ini berarti sudah lebih dari tiga kali Djoko diperiksa polisi. Padahal, mantan Kepala Korlantas Mabes Polri itu selalu menolak diperiksa KPK.

Kuasa hukum Djoko, Fredrich Yunadi, mengaku belum mendengar kabar pemeriksaan terhadap kliennya. ’’Bisa jadi memang diperiksa karena ini sudah pemeriksaan ketiga atau keempatnya. Jadi tidak perlu surat panggilan karena sudah langsung kontak dengan penyidik,’’ katanya.

Fredrich mengatakan, kliennya menolak diperiksa KPK karena kepolisian sudah lebih dulu memeriksa. Satu pihak, kata dia, tidak bisa diperiksa lembaga penegak hukum dalam kasus yang sama. Selain itu, penolakan diperiksa KPK karena ketidakjelasan status hukum.

Dia menuding KPK tidak tepat menetapkan Djoko sebagai tersangka karena belum pernah diperiksa. ’’KPK harus belajar hukum lagi,’’ katanya.

Kata Fredrich, jika KPK memaksa ingin memeriksa Djoko, lebih baik lembaga antikorupsi itu meminta hasil pemeriksaan ke Bareskrim. Itu akan lebih baik karena jawaban kliennya pasti sama.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya