HTTP Status[404] Errno [0]

Guru di Daerah Tertinggal Bakal Diberi Insentif

27 August 2012 05:31
Guru di Daerah Tertinggal Bakal Diberi Insentif
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Fakta bahwa 94% daerah masih kekurangan guru SD merupakan akibat dari kebijakan yang belum efektif.

Sebab sudah ada SKB 5 menteri yang memungkinkan distribusi guru antar kabupaten/kota.

“Kami masih menunggu pendataan yang akurat dari daerah, berapa kekurangannya, berapa kelebihannya, dan lain-lain. Belum semua daerah melakukan itu, jadi distribusi memang terhambat,” ujar Wamendikbud, Musliar Karim, saat dihubungi, Sabtu (25/8).

Menurut Musliar, jika pendataan sudah berjalan efektif, masalah ini bisa segera diatasi. Lagipula, katanya, pendiatribusian itu bisa dilakukan sendiri oleh kabupaten/kota dengan berkoordinasi antara mereka.

Selain itu Kemendikbud memiliki Permen yang mengatur bahwa guru bisa pindah mengajar di tingkat yang lebih rendah bila belum memenuhi jadwal mengajar 24 jam.

Ini memungkinkan guru SMP menjadi guru SD setelah melalui training khusus.

“Kami sediakan training itu karena di SMP mereka jadi guru per bidangstudi, di SD harus bisa jadi guru kelas,” imbuhnya seperti dirilis MICOM

Untuk program lainnya, Kemendikbud juga berupaya memenuhi kbutuhan guru melalui program Sarjana Mendidik daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T). P

rogram ini menjaring sarjana-sarjana terbaik melalui tes untuk ditempatkan di daerah yang kekurangan guru.

“Untuk saat ini kami akan siapkan 3.000 orang pengajar. Mereka sarjana tapi non-PNS. Pulang mengajar nanti, mereka bisa menjadi PNS dengan tes khusus,” kata Musliar.

Ditanya mengenai insentif untuk guru yang mau mngajar di daerah, Musliar menegaskan pihaknya menyediakan hal itu. Pemerintah memberi tunjangan mengajar di daerah terpencil mengingat kebanyakan minat orang adalah mengajar di kota.

Mengenai prosedurnya, bila berminat sang guru hanya tinggal mengajukan surat ke kota/kabupaten terkait yang akan ditembuskan ke Kemendikbud. (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya