HTTP Status[404] Errno [0]

JK Capres, Prabowo Cawapres Dihembuskan

27 August 2012 05:05
JK Capres, Prabowo Cawapres Dihembuskan
Tokoh KKSS Jawa Timur Lukman Ladjoni menghembuskan usulan mengusung HM Jusuf Kalla (JK) sebagai Capres dan Prabowo Subianto sebagai Cawapres 2014-2019.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Tokoh KKSS Jawa Timur Lukman Ladjoni menghembuskan usulan mengusung HM Jusuf Kalla (JK) sebagai Capres dan Prabowo Subianto sebagai Cawapres 2014-2019.

BugisPos — Sejumlah tokoh Sulsel mendorong HM Jusuf Kalla maju dalam pemilihan presiden 2014 mendatang. Mantan Wakil Presiden RI itu diminta menggandeng Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden 2014-2019.
Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Jawa Timur, Lukman Ladjoni kepada FAJAR mengungkapkan Jusuf Kalla merupakan tokoh paling tepat dan cocok memimpin Indonesia ke depan. Ladjoni mengaku sudah menyampaikan aspirasinya mendorong JK, sapaan akrab Jusuf Kalla maju sebagai capres di sela pertemuan saudagar Bugis Makassar Sabtu, (25/8/2012).

“Saat pertemuan PSBM, saya menyampaikan aspirasi saya terkait pemimpin yang tepat untuk Indonesia itu Jusuf kalla. Dan pasangan yang tepat untuk mendampinginya adalah pak Prabowo. Alhamdulillah usul itu mendapatkan tanggapan yang sangat positif dari pengurus KKSS lainnya. Hampir seluruh pengurus KKSS menyetujuinya,” ungkap Ladjoni.

Ladjoni mengatakan kedua tokoh ini merupakan sosok yang sangat pas untuk memimpin Indonesia. Keduanya memiliki rasa nasionalisme yang sangat besar dan kemampuan untuk memimpin negara ini agar lebih maju.

“Ada banyak kesamaan untuk mereka berdua. Kedua-duanyanya sama-sama memikirkan negara ini dan sama-sama tidak mau mengambil keuntungan dari masyarakat melainkan memajukan negara dan masih banyak lagi kesamaan lainnya,” imbuhnya.

Ditanya, apakah Prabowo mau menjadi orang kedua? Ladjoni menilai Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu pasti mau menjadi pendamping JK dengan alasan Prabowo sangat loyal dengan Indonesia.

“Di sinilah dilihat, apakah Prabowo memang loyal terhadap negara ini ataukah dia hanya gila akan kekuasaan. Tapi saya yakin Prabowo akan mengalah, karena Prabowo bisa maju pada periode selanjutnya menggantikan JK karena JK hanya akan menjabat selama satu periode dikarenakan faktor usia,” tuturnya.

Ia juga mengkritki kepemimpinan saat ini. Menurutnya contoh yang sangat nyata adalah di mana era kemajuan konomi dan kesejahteraan masyarakat yang semestinya diperbaiki malah dijadikan era politik dan korupsi yang berkembang.

“Kayaknya era kita hanya berputar terus-menerus di era politik, tidak mau memikirkan nasib rakyat,” tutupnya. (gafar)
——————-

Nasional

Pada APBN 2013, Pemerintah mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur jalan sebesar Rp32 triliun.

APBN 2013, Belanja Infrastruktur Jalan Rp32 Triliun

BugisPos — Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk penanganan seluruh jalan nasional pada tahun depan sebesar Rp32 triliun melalui APBN 2013. Dengan alokasi sebesar itu, penanganan jalan nasional tidak lagi berdasar prioritas, tapi keseluruhan sepanjang 38.500 kilometer.

“Sekarang beda dengan dulu, lima tahun yang lalu, masih ada ruas jalan nasional yang tidak ditangani sama sekali, sekarang seluruh 38.500 kilometer jalan nasional semuanya ditangani, setiap 100 kilometer kami ada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen-red),” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Djoko Murjanto, seperti yang dilansir dari JPNN di Kementerian PU kemarin.

Dia menuturkan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga memperoleh anggaran senilai hampir Rp32 triliun. Dana itu untuk penanganan pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, rekonstruksi, serta pembangunan jalan baru. “Perubahan manajemen anggaran penanganan jalan nasional tersebut bertujuan untuk peningkatan kualitas jalan nasional,” katanya.

Penanganan yang dilakukan Ditjen Bina Marga yaitu pemeliharaan rutin yang dilakukan setiap tahun, pemeliharaan berkala setiap empat tahunan. Sementara rekonstruksi dilakukan terhadap jalan yang sudah berusia delapan tahun. Dan pembangunan jalan baru berupa peningkatan kapasitas jalan.

“Penanganan jalan didasarkan pada sistem jaringan jalan yang ada dalam Rencana Strategis (Renstra), oleh karena itu, tujuan penanganan ini bukan untuk menambah panjang jalan yang ada,” tukasnya.

Penanganan jalan nasional ini, lanjutnya, lebih untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas jalan nasional. Dengan begitu tingkat kelayakan nasional lebih terjamin kelayakan serta kekuatannya.

“Orientasi kita, sistem jaringan jalan nasional kita upayakan kondisinya sebaik-baiknya. Konekstivitas harus terhubung, Target program kerja tidak panjang-panjangan, tetapi kualitas dari 38.500 kilometer jalan itu yang kita tingkatkan dengan memperbagus atau melebarkan,” kata dia.

Pada akhir tahun ini, kata Djoko, Ditjen Bina Marga menargetkan 90,5 persen jalan nasional dalam kondisi mantap. Target tersebut disesuaikan dengan Renstra Kementerian PU serta kemampuan alokasi APBN.

Djoko menambahkan, kebutuhan dana penanganan jalan periode 2010-2014 mencapai Rp148 triliun. Namun, alokasi anggaran yang tersedia belum memenuhi kebutuhan tersebut. “Untuk tahun depan misalnya, kebutuhan dana sebesar Rp35 triliun, namun kita mendapatkannya Rp32 triliun, namun setiap tahunnya gap kekurangannya memang semakin kecil,” sebutnya.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya