HTTP Status[404] Errno [0]

Kejaksaan Tahan Tiga Anggota Polda Sulselbar

27 August 2012 05:03
Kejaksaan Tahan Tiga Anggota Polda Sulselbar
Kejksaan Tinggi Sulselbar menahan tiga anggota Polda terkait kasus suap penerimaan calon polisi.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kejksaan Tinggi Sulselbar menahan tiga anggota Polda terkait kasus suap penerimaan calon polisi.

BugisPos — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang menangani perkara suap penerimaan calon polisi, menahan tiga orang anggota Polda Sulselbar di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar.

“Ketiganya langsung kami tahan, ada yang di Lapas dan ada juga di Rutan. Untuk kedua polisinya dijebloskan ke Lapas sedangkan oknum pegawainya kami jebloskan ke Rutan,” ujar Kepala Seksi Penuntutan Kejati Sulselbar Muhammad Ahsan Thamrin kepada ANTARA di Makassar.
Ketiga anggota Polda Sulselbar Biro Personalia yang dijebloskan ke penjara yakni Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bambang Samiono, Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Syafruddin dan seorang Pengawai Negeri Sipil (PNS) Polda Sulsel Subaedah.

Ketiganya terbukti bersalah setelah menerima dana suap dari sejumlah calon bintara polisi pada saat penerimaan anggota Polri.

Sebelumnya, dalam proses penyelidikan dan penyidikan pihak Polda langsung melakukan upaya penangguhan penahanan terhadap ketiganya hingga kemudian berkas tersangka diserahkan ke Sulsel.

Selain pihak Kejari Makassar menerima pelimpahan berkas untuk tiga tersangka tersebut, penyidik kejaksaan juga ikut menyita sejumlah barang bukti hasil kejahatan tersangka termasuk uang suap bernilai Rp 300 juta rupiah yang kemudian dititipkan di Bank Indonesia (BI) Cabang Makassar.

“Bukti uang hasil suap yang diterima ketiganya langsung kami sita dan kini sudah dalam penguasaan kejaksaan namun kemudian uang tersebut sudah kami titipkan di Bank BI untuk tahap keamanannya,” kata Grefik yang ditunjuk sebagai jaksa penuntut umum (JPU) dalam menyidangkan para tersangka nantinya di Pengadilan Tipikor Makassar.

Selain Grefik yang ditunjuk sebagai JPU, empat jaksa dari Kejati Sulsel juga ikut ambil andil dalam kasus skandal suap ratusan juta rupiah tersebut. keempatnya adalah Muhammad Ahsan Thamrin, Muhammad Ilham, Ummiati dan Dodowati.

Berdasarkan data yang dihimpun, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka lantaran kuat terbukti melakukan tindak pidana dan pelanggaran kode etik. Yakni, menerima suap atau gratifikasi dari keluarga calon siswa (Casis) Polri senilai 300 juta dengan tujuan agar casis tersebut lulus menjadi polisi alias penegak hukum.

Diketahui, uang tersebut disita dari tangan Syafruddin senilai Rp150 juta dan juga dari tangan Subaedah yang merupakan PNS di Polda Sulsel senilai Rp50 juta.

Uang inilah yang menjadi barang bukti ketiganya terlibat secara bersama-sama dalam melakukan tindakan gratifikasi dan penyuapan.

Atas perbuatan tercela itu ketiganya dijerat sesuai pasal yang berlaku yakni pasal 13 juncto pasal 5 ayat 1 KUHP tentang menerima hadiah serta penyuapan. Adapun ancaman hukumannya maksimal diatas lima tahun penjara.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya