HTTP Status[404] Errno [0]

Nyoman Erawan Andalkan Lukisan Telanjang

27 August 2012 05:23
Nyoman Erawan Andalkan Lukisan Telanjang
Salah satu karya Nyoman Erawan. (arcadja.com)
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Salah satu karya Nyoman Erawan. (arcadja.com)

BugisPos — Pelukis asal Bali, Nyoman Erawan, mengandalkan lukisan berobjek telanjang dalam pameran lukisan di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, untuk mengungkapkan bahwa di dalam ketelanjangan termuat nilai-nilai moral.

“Tubuh dalam selubung kesadaran jiwa itu mendambakan nilai-nilai keutamaan dan keluhuran,” kata alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu di Denpasar, Senin.

Dalam pameran tunggal yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 25 September 2012 itu, Erawan menampilkan 50 karya kanvas, 50 sketsa, dan tujuh karya instalasi.

Ia mengemukakan, tubuh merupakan gambaran “jiwatman” atau badan yang terhubung dengan jiwa yang sedang berusaha menyatakan realisasi dirinya sebagai “atman” sebagai jiwa yang diciptakan dari percikan sinar kuasa Sang Pencipta.

“Bagi saya, citra tubuh diri pada lukisan-lukisan itu sekaligus merepresentasikan pengertian tentang keadaan tubuh manusia dalam sikap takzim di hadapan jagad raya,” tuturnya seperti dikutip Antara

Ia mengungkapkan, mengambil keputusan untuk menampilkan gambaran wajah dan tubuh diri dalam lukisan abstrak sejak tiga tahun terakhir.

Erawan menjelaskan bahwa kitab Upanishad telah menunjukkan di mana, atau bagaimana, sejatinya jiwa bersemayam dalam tubuh diri manusia.

“Ia adalah jiwa yang paling sempurna atau purusa, paling kecil, namun menguasai pengetahuan, yang bersembunyi dalam hati dan pikiran, mereka yang mengetahuinya menjadi abadi,” katanya.

Jiwa yang sempurna adalah “jiwatman” yang menyadari keadaannya sebagai atman, sehingga makna terdalam dari pengertian moksa adalah pembebasan jiwa dari hukum ketetapan phunarbhawa (reinkarnasi) untuk selama-lamanya.

Dengan demikian jiwa kembali menempati tempat asal dan tujuannya yang sejati dan abadi.Guna meraih keselamatan moksa seseorang dituntut mencari dan menegakkan jalan keselamatan dalam kehidupannya.

Upaya itu dapat dilakukan dengan mensucikan jiwa dari ikatan perbuatan (karma) dan tipuan maya yang mengandung sifat sebagai kegelapan (awidya).

Ia menambahkan, melalui karya kanvas itu mampu menyadarkan umat manusia untuk mampu menyucikan diri dalam menjalani kehidupan (una)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya