HTTP Status[404] Errno [0]

Persaingan Pendidikan Berdampak Positif

28 August 2012 01:48
Persaingan Pendidikan Berdampak Positif
HM Jusuf Kalla bersama Syahrul Yasin Limpo dan pembicara lainnya dalam talkshow ITB for Sulsel di Wisma Kalla Makassar, Minggu, 26/8/12
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

HM Jusuf Kalla bersama Syahrul Yasin Limpo dan
pembicara lainnya dalam talkshow ITB for Sulsel
di Wisma Kalla Makassar, Minggu, 26/8/12

BugisPos — Persaingan dunia pendidikan baik nasional maupun internasional berdampak positif bagi kemajuan pola pikir dan kualitas manusia. Dengan makin tingginya persaingan dalam dunia pendidikan akan membuat SDM Indonesia mengalami perubahan yang cenderung lebih baik.
Itu dikemukakan mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla pada talkshow bertajuk “Menjadi Generasi Cerdas Sulsel”. Kegiatan yang digelar oleh ITB for Sulsel ini berlangsung di Ball Room Wisma Kalla, Minggu, 26 Agustus.

Selain JK, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo juga menjadi pembicara dalam kegiatan itu. Ketua Ikatan Alumni (IKA) ITB Sulsel, Hariyadi Kaimuddin, menjadi moderator untuk kedua pembicara ini. Mantan Gubernur Sulsel, Ahmad Amiruddin juga hadir.

JK menuturkan, dunia ini selalu berubah. Berubah karena memang harus ada perubahan. “Perubahan juga banyak dipengaruhi oleh teknologi. Dengan demikian apabila kita ingin maju, kita tidak boleh lepas dari teknologi. Dimana pun di dunia akan selalu ada peringkat-peringkat kemajuan,” katanya seperti dirilis Fajar

Menurutnya, saat ini dunia pendidikan di berbagai belahan dunia makin ramai dengan banyaknya mahasiswa belajar ke luar negeri. Dia juga menyebutkan sejumlah universitas ternama yang saat ini menjadi tempat yang sangat digandrungi mahasiswa yang ingin lanjut ke luar neger. Di Amerika ada Harvard University, di Jepang ada Kiyoshu University, dan di China ada Chinghoa University.

“Di Indonesia juga terjadi tingkat persaingan yang tinggi. Karena itulah lewat persaingan terjadi kompetensi yang kuat. Kenapa kita kurang maju, karena kurangnya anak-anak kita yang ingin masuk ke universitas yang memiliki daya saing. Kalau fasilitas Insya Allah tahun depan Unhas akan terbaik namun untuk sinergi nasionalnya masih harus ditingkatkan,” sebutnya.

JK juga meminta kepada ratusan peserta yang mayoritas siswa SMA ini agar jangan ragu untuk lanjut ke universitas yang mempunyai tingkat persaingan nasional yang lebih tinggi. “Jangan ragu karena otak bangsa Indonesia sama semua. Yang berbeda asanya. Itulah yang memacu spirit untuk menuntut ilmu,” imbuh ketua Umum PMI ini.

Sementara itu Syahrul mengatakan negara kita memiliki potensi yang luar biasa. “Saya juga mendukung penuh persaingan dan peningkatan dunia pendidikan. Karena ilmu merupakan hal terpenting bagi kemajuan bangsa. Ini juga perintah Rasulullah. Jika ingin meraih duniamu, perbaiki ilmumu. Demikian juga jika ingin meraih akhirat, perbaiki ilmumu,” imbuh dia.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini menambahkan, di Indonesia Sulsellah yang memulai program pendidikan gratis. “Di pikiran saya ITB yang harus pindah ke Sulsel. Bukan sebaliknya. Tapi, di sana memang memiliki banyak kemajuan di bidang pendidikan ilmu teknologi,” ujar dia.

Sebelumnya, PR I Unhas, Prof Dadang Achmad Suryamihardja, juga menjadi pembicara pada talkshow tersebut. Ketua panitia, Hasfiah Febrianto, mengatakan, talkshow tersebut digelar guna mendorong para siswa agar mereka tidak takut untuk bercita-cita setinggi-tingginya demi kemajuan Sulawesi Selatan (*)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya