HTTP Status[404] Errno [0]

Setelah Lama Puasa Seks

29 August 2012 03:14
Setelah Lama Puasa Seks
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Illustrasi

BugisPos — Setelah lama tidak berhubungan seksual, tidak mudah bagi seorang wanita untuk dengan cepat melakukan aktifitas seksual. Ada beberapa karakterisitik serta faktor yang mempengaruhi kecenderungan wanita untuk dapat mulai bercinta kembali.
Para peneliti di Indiana University School of Medicine mencoba memahami apa yang membuat wanita yang pernah merasakan pengalaman seksual kembali melanjutkan aktivitas seksual setelah lama puasa bercinta.

“Seksualitas merupakan tugas perkembangan yang penting. Kami melakukan penelitian ini untuk lebih memahami faktor-faktor yang mempengaruhi wanita muda agar dapat aktif secara seksual lagi setelah lama berpantang. Dengan pemahaman baru, kami dapat lebih membantu wanita muda tetap sehat dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan,” peneliti, Dr Mary A Ott seperti dilansir Mid-day.com dan dirilis detik.com Selasa 28/8/2012.

Para peneliti mengevaluasi 354 orang gadis remaja perkotaan yang telah aktif seksual selama 4,5 tahun dari tahun 1999 hingga 2006. Secara keseluruhan, para peserta mengaku berpantang seks sebanyak 9.236 periode dengan rata-rata selama 31 hari.

Dalam laporan yang dimuat jurnal Perspectives on Sexual and Reproductive Health, peneliti menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi wanita agar mau bercinta kembali, antara lain:

1. Lamanya waktu berpantang seks

Apabila berpantang seks untuk jangka waktu yang singkat, wanita muda lebih mungkin melakukan hubungan seks kembali jika hubungan dengan pasangan dianggap menyenangkan dan si wanita tertarik untuk berhubungan seks.

Namun apabila berpantang seks untuk jangka waktu yang lama, maka ketertarikan seksual dan kualitas hubungan adalah faktor yang paling penting agar wanita dapat mulai bercinta lagi.

2. Penyakit menular seksual

Diagnosis penyakit menular seksual juga berkaitan dengan menurunnya aktifitas seks untuk waktu yang singkat dan sedang. Namun ini tidak berhubungan dengan keputusan untuk berpantang seks dalam jangka waktu yang lama. Hal ini disebabkan karena kepatuhan terhadap rekomendasi dokter.

“Temuan ini menunjukkan bahwa konseling di waktu sekitar tertularnya infeksi penyakit menular seksual masih kurang cukup untuk mengantisipasi kembalinya perilaku seksual berisiko,” kata Ott.

3. Kebahagiaan dan sifat mudah marah

Para peneliti juga menemukan bahwa dalam jangka waktu yang singkat, wanita yang mudah marah atau tidak bahagia lebih kecil kemungkinannya dapat kembali melakukan aktivitas seksual setelah puasa bercinta. Temuan ini bertentangan dengan anggapan bahwa orang yang depresi cenderung banyak melakukan aktivitas seksual (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya