HTTP Status[404] Errno [0]

116 Penghargaan Berbanding Terbalik Peringkat IPM Sulsel

30 August 2012 03:34
116 Penghargaan Berbanding Terbalik Peringkat IPM Sulsel
Dr Hasrullah, MA mengkritisi 116 pretasi/ penghargaan nasional yang diraih Pemprov Sulsel berbanding terbalik dengan peringkat 19 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel.

Dr Hasrullah, MA mengkritisi 116 pretasi/ penghargaan nasional yang diraih Pemprov Sulsel berbanding terbalik dengan peringkat 19 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel.

BugisPos — Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr Hasrullah, MA menyatakan 116 pretasi/ penghargaan nasional yang diraih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan empat tahun terakhir berbanding terbalik dengan peringkat 19 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel.
Ratusan prestasi dan penghargaan skala nasional itu, menjadi kebanggaan Gubernur Sulsel Dr H Syahrul Yasin Limpo, MH, MSi yang maju sebagai Calon Gubernur Patahana Pilgub Sulsel Januari 2013, dalam setiap sosialisasi, termasuk saat pertemuan ke-13 Saudagar Bugis Makassar, pekan lalu (26/8) sebagai sukses story.

Padahal IPM adalah indikator yang diakui dunia untuk menilai maju tidaknya suatu daerah dan justru Pemprov Sulsel gagal dalam hal ini, kata Hasrullah di Makassar, Selasa. IPM Sulsel dengan 72 poin berada pada peringkat 19 nasional adalah data Bappenas serta UNDP dan IPM adalah simbol kualitas manusia yang tergambar dalam tiga dimensi pokok yaitu pendidikan, kesehatan dan daya beli.

Di Sulsel, pendidikan dan kesehatan dilaksanakan gratis, pertumbuhan ekonominya menjadi salah satu terbaik nasional dengan tingkat perputaran uang yang tinggi, namun IPM nya tetap rendah. Artinya bisa saja program yang dijalankan salah sasaran.

Kontradiktif lainnya yakni IPM provinsi tetangga Sulawesi Utara secara nasional saat ini berada pada peringkat dua, sedangkan Sulsel dengan pertumbuhan satu poin berada pada urutan bawah yakni ketiga terakhir secara nasional setelah Papua dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang seharusnya karena posisinya entry point dan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia idealnya IPM nya berada di peringkat atas, minimal ada pada jajaran peringkat 10 nasional.
“Ini sesuatu yang paradoksal antara ratusan penghargaan dan prestasi nasional yang begitu banyak diraih dengan IPM yang sangat rendah, padahal IPM adalah indikator keberhasilan pembangunan kualitas manusia yang diakui dunia. IPM rendah membuktikan bahwa tingkat kualitas pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat Sulsel rendah,” ujar Dr Hasrullah seperti yang dirilis ANTARA.

Gubernur Sulsel ke depan diharapkan yang membuat program kongkret, bukan hanya merancang sesuatu untuk meraih penghargaan dan hingga saat ini, menurut pemantauan Hasrullah yang juga Dosen Pascasarjana Unhas, belum satu pun dari tiga bakal calon Gubernur yang selama ini melakukan sosialisasi memprogramkan peningkatan IPM Sulsel.

“Yang terpantau saat ini adalah pertentangan yang dipertontonkan para kandidat bakal calon gubernur masih pertentangan demokrasi kualitas rendah (low quality). Belum berkualitas karena tidak berupa program yang menyentuh kepentingan peningkatan kualitas demokrasi Sulsel,” ujarnya.

Pertentangan yang terjadi antarcalon gubernur masih seputar persoalan baliho, dukungan kelompok serta klaim basis. Semua itu adalah gerakan politik kualitas rendah. Harusnya yang membedakan antarcagub adalah program yang secara kualitas dapat mendongkrat kualitas manusia Sulsel ke depan, ucapnya.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pada pertemuan ke-13 Saudagar Bugis Makassar yang dihadiri mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memaparkan prestasi dan penghargaan nasional yang telah diraih selama empat tahun terakhir sebanyak 116 penghargaan dan tingkat pertumbuhan ekonomi semester 1 tahun 2012 mencapai 8,19 persen atau di atas rata-rata nasional.

Kepala BPS Sulsel Bambang Pramono mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut diukur dari kenaikan Produk Domestik Bruto (PDRB) di wilayah ini dan pertumbuhan itu terjadi hampir pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi dihasilkan pada sektor pertambangan dan sektor listrik, serta gas dan air.

Di Sulsel tiga bakal calon Gubernur yang terus melakukan sosialisasi yakni pasangan Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Patahana/ Ketua DPD Golkar Sulsel) dan Agus Arifin Nu’mang (Wagub Patahana), Pasangan Ilham Arif Sirajuddin (Wali Kota Makassar/Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel) dan Azis Kahar Muzakkar (Anggota DPD RI) serta pasangan Rudiyanto Asapa (Bupati Sinjai/Ketua DPD Gerindra Sulsel) dan Andi Nawir (Anggota DPRD Provinsi Sulsel).(gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya