HTTP Status[404] Errno [0]

Aktivis Anti Korupsi, Geleng Kepala Dalam Sel Polisi

30 August 2012 04:49
Aktivis Anti Korupsi, Geleng Kepala Dalam Sel Polisi
Djusman AR
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Djusman AR

BugisPos – Aktivis anti korupsi juga manusia biasa, dia bisa salah, bisa hilaf, atau mungkin bisa saja karena terpaksa harus melakukan tindakan melawan hukum demi uang. Bahkan ada di antara mereka juga ada yang diberi kepercayaan mengelola uang negara, rad akhirnya dikorupsi juga.

Kasus yang mengehebohkan pekan ini, ialah seorang oknum aktivis anti korupsi, Erman Rani, malah menipu isteri bupati Sinjai sebesar Rp 1 juta, dengan alasan untuk membiayai acara dialog dengan ketua KPK Abraham Samad yang katanya akan digelar di warkop Phoenam. Si oknum aktivis akhirnya kini hanya bisa geleng kepala di dalam sel tahanan Polsek Mamajang. “Orang-orang LSM anti korupsi, manusia juga, hehehe …” nyanyi seorang bocah di Toddopuli.

Jadi Tersangka

Penyidik Kepolisian Sektor Mamajang, akhirnya menetapkan Erman Rani, sebagai tersangka dalam kasus penipuan terhadap istri Andi Rudiyanto Asapa, Hj Felicitas, Selasa 28/8/12.
Erman ditangkap Senin 27/8/12 seusai menerima uang Rp 1 juta dari orang kepercayaan Felicitas. Pria yang getol mengkritisi korupsi di Sulsel ini, meminta uang kepada Felicitas dengan mencatut nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad.
“Sudah tersangka. Kita jerat kasus penipuan,” tandas Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Mamajang AKP Agus Arfandi
Erman yang berusaha ditemui wartawan di sel tahanan Polsekta Mamajang, ternyata menolak memberi komentar. Ia bahkan tak mau keluar dari sel tahanan. Ia memilih mengurung diri di dalam untuk menghindari wartawan. Namun Erman terlihat sering-sering geleng kepala, seolah-olah menyesali perbuatannya sendiri.

Menurut Agus, Erman dijerat pasal penipuan dengan modus mencatut Ketua KPK Abraham Samad. Penahanan oknum LSM ini sesuai dengan laporan Saharuddin yang menyerahkan uang Rp 1 juta kepada yang bersangkutan atas perintah Felicitas.
“Ya jelas modus penipuannya karena mencatut nama seseorang. Soal pemerasan, sekali lagi kita belum mengarah ke sana,” ucapnya.
Terpisah, Hj Felicitas via pesan singkat seperti dirilisBKM mengatakan, selama ini ia banyak membantu kegiatan-kegiatan LSM, apalagi yang berhubungan dengan kepentingan publik. Menurutnya, sebelum kejadian, Erman menghubunginya dan meminta bantuan dana Rp 1 juta, guna kegiatan diskusi di Warung Kopi Phoenam, Makassar. “Karena percaya, saya suruh orang dekat saya Basaruddin untuk menemui Erman dan memberinya uang yang ia minta,” katanya.
Sebelumnya, Basaruddin mengecek jadwal diskusi yang dimaksud di Phoenam, namun ternyata tidak ada jadwal diskusi Abrahan Samad di sana. “Itulah sebabnya Basaruddin melapor ke polisi,” katan Felicitas.
Menurut Feli, kemungkinan Basaruddin kesal karena Erman telah membawa-bawa nama Abraham Samad untuk kegiatan yang sebenarnya tidak ada.

Menyikapi kasus yang sungguh memalukan ini dengan hanya menipu Rp 1 juta, Koordinator Forum Komunikasi Lintas NGO, Djusman AR, mengutuk keras prilaku buruk yang dilakukan Erman. Menurutnya, perbuatan itu telah merusak citra NGO dan merupakan bagian dari upaya melemahkan KPK.
“Belum lagi dia telah memfitnah ketua KPK, itu jelas pasalnya dan sanksi pidananya. Untuk itu kami mengutuk keras prilaku yang bersangkutan dan meminta polisi memprosesnya secara hukum,” tandas Djusman seperti dikutip BKM.
Sebagai sesama aktivis, Djusman mengaku cara-cara yang dilakukan Erman sangat tidak beradab. Karena itu akan merendahkan martabat aktivis di Sulsel yang selama ini telah dengan sukarela berjuang untuk menegakkan integritas organisasi.
“Karena itu kasus ini akan menjadi pengawasan kami. Kami minta polisi jangan pernah bebaskan pelakunya,” ketus Djusman (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya