HTTP Status[404] Errno [0]

Ketua DPRD Sultra Banting Meja, Ketua Komisi II Lempar Mike

30 August 2012 03:27
Ketua DPRD Sultra Banting Meja, Ketua Komisi II Lempar Mike
Gambaran Susana rapat di gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) yang ricu beberapa waktu lalu.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Gambaran Susana rapat di gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) yang ricu beberapa waktu lalu.

BugisPos — Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara ricuh. Kegaduhan anggota dewan seperti yang dikutip dari Kendari News.com Ketua DPRD Sultra, Rusman Embah, membanting meja dan melemparkan gelas minum yang ada di hadapannya, sedangkan anggota lainnya, seperti Ketua Komisi II, Suwandi Andi melemparkan alat pengeras suara hingga hancur.

Pemicu kericuhan itu adalah pembahasan anggaran jalan rusak poros Raha-Lakapera, yang sudah bertahun-tahun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah daerah. Ketua DPRD Sultra, Rusman Emba menginginkan pihak pemerintah (Dinas PU dan Bappeda Sultra) memberikan kejelasan anggaran dan harus sudah menetapkan dana perbaikan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Muna dan Buton tersebut.

Namun hal ini disanggah oleh Wakil Ketua DPRD Sultra, Sabaruddin Labamba yang menilai bahwa pada forum pembahasan perubahan APBD 2012 itu tidak harus menetapkan anggaran perbaikan jalan, melainkan cukup membahas mekanisme penetapan.

Anggota DPRD dari PNBK, Slamet Riyadi sepakat dengan Ketua DPRD. Namun dalam keterangannya di dalam sidang DPRD Tersebut, tiba-tiba diintrupsi oleh Sabaruddin Labamba. Disinilah terjadi aduh mulut diantara keduanya.

Mendengar keributan itu, anggota DPRD lainnya, Suwandi Andi dari Fraksi PAN segera melakukan intrupsi, namun tidak dihiraukan. Ia pun emosi, spontan berdiri dan melemparkan mike (alat pengeras suara) yang ada di depannya hingga pecah.

Melihat itu, Rusman Emba juga secara spontan melempar gelas bersisi air dan mike yang ada di depannya. Tak hanya itu, ia juga membanting meja pimpinan sidang dan mendorong keras kursi yang semula didudukinya.

Keributan pun meluas. Ada yang teriak-teriak dan melarikan diri, ada pula yang segera melerai kawan-kawannya di gedung parlemen itu.

Sebelum sidang pembahasan APBD Perubahan ini dimulai, di luar dan dalam gedung DPRD Sultra sudah terjadi keributan oleh sekelompok mahasiswa yang menamakan diri GEMPUR Sultra. Mereka meminta agar perbaikan jalan Raha – Lakapera yang menelan dana sekitar Rp 25 miliar segera ditetapkan anggarannya pada APBD Perubahan 2012.

Kapolresta Kendari, AKBP Yuyun Yudhantara, ikut memantau jalannya sidang yang ricuh itu. Pihak kepolisian pun mengeluarkan mahasiswa yang ada di dalam forum tersebut, sehingga situasi pun aman terkendali, kendati sebelumnya sempat terjadi aksi saling mendorong antara mahasiswa dan polisi.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya