HTTP Status[404] Errno [0]

Mahasiswa Baru Universitas Moestopo, Wajib Tes Urine

02 September 2012 17:32
Mahasiswa Baru Universitas Moestopo, Wajib Tes Urine
Illustrasi

BugisPos — Universitas Prof Dr Moestopo Beragama dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat satukan tekad dunia kampus pada khususnya dan Indonesia pada umumnya bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Sebagai langkah konkret pada seleksi masuk, Universitas Moestopo melakukan tes urine. “Meski lulus tes uji tulis dan pintar namun ketika tes urine terindikasi narkoba, kami tolak masuk,” kata Rektor Universitas Moestopo Soenarto pada penandatanganan kerja sama (MoU) dengan BNN Pusat, di Kampus Universitas Moestopo Jakarta, Kamis 30/8/12.

MoU tersebut disaksikan sekitar 955 mahasiswa baru UPDM angkatan tahun 2012-2013.

Menurut Soenarto pihaknya pernah menolak anak pejabat yang lolos uji tulis, namun tidak lolos tes urine. “Ya salah satu anak pejabat pada sebuah instansi terpaksa kami tolak karena terindikasi narkoba,” cetusnya seperti dikutip MICOM

Soenarto berharap melalui kerja sama dengan BNN, kampus Universitas Moestopo dapat bersih dari narkoba. Seperti disinyalir BNN bahwa selama ini narkoba banyak meracuni generasi muda, dari anak-anak sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi.

Pihak Universitas Moestopo menyatakan mendukung target BNN pusat agar Indonesia pada 2015 bebas dari narkoba.

Sedangkan Kepala BNN Pusat Irjen Pol Gories Mere dalam sambutan tertulisnya yag dibacakan Wakil Kepala BNN Brigjen Pol Victor Charles Sitorus menyatakan pihaknya menargetkan Indonesia bebas narkoba 2015. “Meski tidak mudah, kita harus kerja keras selamatkan generasi muda, khususnya yang dibangku pendidikan agar terselamatkan bahaya narkoba,” tegasnya.

Dijelaskan berdasarkan penelitian BNN dengan Pusat Penelitian Kesehatan UI menunjukan prevalensi angka penyalah guna narkoba pada tahun 2008 sebesar 1.99 persen dari penduduk Indonesia berumur 10-60 tahun atau setara dengan 3,3 juta orang. Sedangkan pada tahun 2011 dalam penelitian yang sama menunjukan angka prevalensi sebesar 2,2 persen atau setara dengan 3,8 juta hingga 4,32 juta orang.

Ketika ditanya wartawan apakah BNN mampu mewujudkan target bebas narkoba pada 2015, mengingat terjadi peningkatan prevalensi penyalah guna narkoba yang cenderung meningkat, Victor mengatakan meski sulit pihaknya bertekad menurunkan prevalensi penyalah guna. “Ya kita akan kerja keras walau sulit bebas narloba nanti kita akan menurunkan prevalensinya,” tukas Victor (una)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya