HTTP Status[404] Errno [0]

Agar tak Gagal Panen, Petani Dihimbau Hindari Tanam Padi Oktober

08 September 2012 07:21
Agar tak Gagal Panen, Petani Dihimbau Hindari Tanam Padi Oktober
Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengimbau petani tidak menanam padi hingga Oktober 2012 untuk menghindari gagal panen.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengimbau petani tidak menanam padi hingga Oktober 2012 untuk menghindari gagal panen.

BugisPos — Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengimbau petani di daerah itu tidak menanam padi hingga Oktober 2012 untuk menghindari gagal panen.
“Saat ini Majene memasuki puncak musim kemarau, meskipun masih ada suplai air, namun kemungkinan sejumlah sumber air berkurang sehingga bisa menimbulkan gagal panene,” kata Kepala Distanak Majene, Iskandar di Majene seperti yang dikutip dari ANTARA pekan ini.

Dia mengatakan, sesuai pantauan di beberapa kecamatan, Majene saat ini tengah memasuki musim panen, namun ada beberapa petani di antaranya yang tengah merencanakan melakukan penanaman. Untuk itu, diharapkan agar rencana tersebut tidak dilanjutkan sebab akan berdampak pada gagal panen.

Beberapa kecamatan yang menjadi potensi pengembangan tanaman padi di Majene adalah Kecamatan Malunda, Ulumanda, dan Pamboang. Beberapa kecamatan lainnya tetap memiliki area persawahan namun bukan merupakan kawasan pengembangan.

Terkait adanya laporan gagal panen dari petani, Iskandar mengaku hingga saat ini belum menerima laporan dan diharapkan agar imbauan tersebut tetap diperhatikan sehingga kemungkinan terjadinya gagal panen bisa dihindari.

“Kami bersyukur sebab hingga saat ini belum diterima adanya laporan gagal panen dan kami tetap berharap agar kemungkinan tersebut tidak terjadi dengan menghindari penanaman dalam waktu dekat,” imbaunya.

Sesuai prakiraan cuaca dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulbar, musim kemarau di Majene dianggap sebagai siklus yang wajar dan pada dasarnya curah hujan di daerah itu memang tidak terlalu besar di banding kabupaten lain di Sulbar.

“Kemungkinan musim hujan di Majene akan terjadi sekitar bulan Oktober mendatang. Berbeda dengan kabupaten lain di Sulbar, seperti Mamuju, Mamasa dan Mamuju Utara, saat ini tetap terdapat intensitas hujan yang lumayan tinggi meskipun belum memasuki peralihan ke musim penghujan,” jelas Mujahid, Prakirawan BMKG Sulbar.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya