HTTP Status[404] Errno [0]

Kegagalan Pendidikan Anak Menjadi Beban Bangsa

08 September 2012 07:28
Kegagalan Pendidikan Anak Menjadi Beban Bangsa
Illustrasi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Illustrasi

BugisPos — Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Sumatera Utara Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho mengatakan, mendidik anak dengan karakter yang kuat dan bermartabat merupakan salah satu investasi sosial untuk kelanjutan pembangunan bangsa.
“Anak adalah pewaris negeri, merekalah yang akan menentukan maju mundurnya bangsa ini di masa mendatang. Karenanya, jika kita gagal memberikan perlindungan terhadap anak di masa kini maka hakekatnya menjadi kegagalan bangsa Indonesia mempersiapkan masa mendatang yang lebih baik,” katanya di Medan, Kamis 7/9/12, dalam memperingati Hari Anak Nasional.

Dalam memperingati hari anak nasional itu, menurut dia, pihak keluarga diingatkan pada tiga hal. Pertama, keluarga harus memberikan perlindungan kepada anak, kedua, keluarga harus terus mendidik anak-anak dan ketiga, keluarga harus senantiasa memberikan kasih sayang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ingin mempertegas komitmen dan perhatian terhadap anak-anak Indonesia. Oleh karena itu, katanya, kegiatan bermain satu hari bersama anak tersebut, dikreasikan sebagai kombinasi seremonial plus aksi nyata menggugah kepedulian serta kesadaran tentang pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak Indonesia khususnya dan anak anak di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Seiring dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan perkembangan zaman, terutama adanya arus globaliasasi yang tak hanya berdampak positif tetapi juga ada akibat-akibat negatifnya, membuat permasalahan anak semakin kompleks, ujar Sutias seperti dirlis MICOM

Pada era globalisasi ini, katanya, sangat penting bagi setiap keluarga dan orang tua melindungi anak-anak mereka dari terpaan dampak negatif globalisasi.

“Orang tua harus cerdas melindungi anak-anak mereka dari berbagai bentuk kejahatan kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan perilaku buruk kemajuan zaman,” ucap Sutias.

Kepala Dinas Kesejahteraan dan Sosial Provinsi Sumut, Alexius Purba mengatakan, sebagai tunas bangsa, anak menjadi bagian penting dari proses pembangunan nasional.

Anak adalah investasi human capital.

“Investasi tersebut diwujudkan dengan menjamin anak-anak dapat tumbuh kembang secara optimal dalam lingkungan sosial yang mendukung pemenuhan hak-hak anak,” ujar Purba.

Kegiatan yang mengambil tema: “Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak” dengan subtema : “Saya Anak Indonesia Beriman, Jujur, Cerdas, Sehat, Berakhlak Mulia dan Berprestasi”.

Acara Hari Anak tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan berbagai atraksi anak-anak. Mulai penampilan marching band, tari-tarian dan lantunan lagu yang dinyanyikan anak-anak tuna netra (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya