HTTP Status[404] Errno [0]

Bayi Penderita Gizi Buruk di Bantaeng Meninggal

10 September 2012 01:00
Bayi Penderita Gizi Buruk di Bantaeng Meninggal
Anak penderita penyakit gizi buruk.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Anak penderita penyakit gizi buruk.

BugisPos — Bayi penderita gizi buruk, Reski, 11 bulan, yang sempat mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ) Prof dr Anwar Makkatutu, Bantaeng, akhirnya meninggal dunia, Selasa 4 September, pagi kemarin sekira pukul 05.30 Wita.
Informasi yang dirilis FAJAR online  kemarin, bayi malang tersebut tak tertolong lagi setelah mengalami dehidrasi berat dan terserang diare hingga hilang kesadaran. Dia pun dikebumikan di belakang rumah ibunya, Hartati, di Desa Batu Karaeng, Kecamatan Pa’jukukang.

Kabar meninggalnya bayi penderita gizi buruk ini menuai sikap dari sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bantaeng. Dewan menilai, jika temuan bayi penderita gizi buruk tersebut, bukti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng gagal menyejahterakan masyarakatnya.

“Ini buktinya kalau kesejahteraan masyarakat Bantaeng masih rendah,” tegas Ketua Komisi I DPRD Bantaeng, Anas Hasan.

Anas mengatakan, munculnya kasus gizi buruk hingga penderitanya meninggal dunia, salah satu bukti jika pemerintahan yang terbangun selama ini hanya merupakan politik pencitraan. Infrastruktur yang dibangun dan angka-angka kesejahteraan yang dibeberkan, hanya merupakan sebatas klaim semata.

“Saya sudah berkali-kali memberikan informasi ke eksekutif tentang data-data kantung kemiskinan di Bantaeng. Tetapi, mereka selalu membantah bahkan mengarahkan ke politik. Sekarang ini buktinya. Ini sangat memalukan,” ujar Anas berang, sembari mengatakan komisinya akan memanggil sejumlah instansi terkait dengan penanganan kasus gizi buruk ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr Takudaeng, langsung menggelar jumpa pers sesaat setelah bayi penderita gizi buruk itu meninggal dunia. Dia menyebutkan, bayi penderita gizi buruk itu meninggal karena penyakit yang di deritanya.

“Selain mengalami dehidrasi berat (kekurangan cairan), bayi itu menderita penyakit radang paru-paru. Jadi, dia meninggal karena penyakitnya, bukan karena gizi buruknya,” ungkap Takudaeng.

Dia juga menuding ibu bayi malang itu, telah lalai. “Saat masuk ke rumah sakit Agustus lalu, pihak rumah sakit menyarankan agar Reski dipasangi sonde ke lambungnya. Itu karena Reski juga didiagnosa mengalami kelainan usus setelah masuk dalam kategori gizi kurang. Tapi, pihak keluarga Reski menolak untuk dipasangi sonde. Malah, ibu korban meminta untuk keluar paksa setelah dirawat di rumah sakit,” papar Takudaeng.

Hanya saja, penjelasan Kadis Kesehatan tersebut, dibantah bapak Reski, Rasyid. “Saya tidak pernah ditawari agar anak saya dipasangi sonde. Malahan, pihak rumah sakit menyebutkan anak saya dalam kondisi yang baik setelah dirontgen,” tandas Rasyid.

Menurutnya, saat masuk rumah sakit Agustus lalu, dia terpaksa meminjam uang dari tetangganya Rp500 ribu. Uang itupun habis hanya untuk mengklaim obat dan kebutuhan lainnya. “Selama di luar rumah sakit, anak saya tidak pernah diberikan susu oleh pihak puskesmas setempat,” katanya.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya