HTTP Status[404] Errno [0]

Kejakgung Tangkap Koruptor DPO Kejati Sulsel

10 September 2012 00:59
Kejakgung Tangkap Koruptor DPO Kejati Sulsel
Pelaku koruptor dianggap musuh masyarakat. Sehingga rakyat tak segan-segan meneriakkan hukuman bagi koruptor seperti yang terlihat pada spanduk di atas.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Pelaku koruptor dianggap musuh masyarakat. Sehingga rakyat tak segan-segan meneriakkan hukuman bagi koruptor seperti yang terlihat pada spanduk di atas.

BugisPos — Kejaksaan Agung (Kejakgung) menangkap buronan dalam kasus korupsi di Sulawesi Selatan. Buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel atas nama Tajang HS ini diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Rp47 miliar.
Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel, Chaerul Amir, seperti pada sebuah pemberitaan yang dirilis dari FAJAR online membenarkan penangkapan Tajang. Dia mengatakan, Tajang HS dia merupakan Direktur PT A Tiga Sengkang. Dia ditangkap di Pakuan Regency Cluster Lingga Buana D6 Nomor 8 Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 9 September. “Sekira pukul 11.15 waktu setempat,” ujar dia di Kejati Sulsel, kemarin.

Menurut Chaerul, dalam kasus ini Tajang diduga telah melakukan korupsi dalam pengadaan 200 sepeda motor dan 300 mobil. Dia menjadi buron setelah berkas perkara miliknya dinyatakan lengkap. “Dia buron sejak 30 November 2011,” ucap Chaerul.

Setelah menjalani pemeriksaaan oleh tim penyidik Kejakgung, Tajang langsung dievakuasi ke Makassar dengan untuk diproses lebih lanjut. Tajang tiba malam tadi.

Dijelaskan Chaerul, buronan kasus dugaan korupsi kredit usaha di Bank BRI Cabang Somba Opu Makassar itu ditangkap setelah tim Satuan Tugas Intelijen Kejakgung memanfaatkan mitra bisnis Tajang. “Tadjang cerdik dengan selalu berpindah-pindah dan mengganti kartu telepon. Satgas Intelijen Kejakgung lebih cerdik dengan terus memantau mitra bisnisnya,” ujar Chaerul lagi.

Selain di Bank BRI tadi, Tajang juga tersangkut kasus korupsi kredit fiktif kendaraan bermotor roda empat di BNI Cabang Makassar senilai Rp27 miliar. Di BNI, Tajang menggunakan modus nasabah fiktif. Sedangkan pada kasus korupsi Bank BRI Cabang Somba Opu, tersangka Tajang bekerja sama dengan account officer Bank BRI Somba Opu, Wisnu Purnomo, yang saat ini sedang disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar.

Selama ini, sejumlah tersangka korupsi sukses melarikan diri dari Kejati Sulsel. Meski ada di antaranya yang sudah tertangkap kembali. Sebut saja Djusmin Dawi dan Tajang. Kedua orang ini juga melarikan diri ketika berkas pemeriksaan dinyatakan lengkap oleh Kejati. Djusmin dan Tajang juga sama-sama terbelit masalah dengan jumlah kerugian yang mencapai puluhan miliar rupiah.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya