HTTP Status[404] Errno [0]

Menhut Setujui Pembukaan Akses Jalan di Hutan Lindung Sigi

10 September 2012 01:04
Menhut Setujui Pembukaan Akses Jalan di Hutan Lindung Sigi
Kawasan hutan lindung di Sigi yang disetujui Menteri Kehutanan agar dapat dibuka sebagai akses jalan menuju Sigi, daerah yang terkena gempa 6,2 SR beberapa waktu lalu.

Kawasan hutan lindung di Sigi yang disetujui Menteri Kehutanan agar dapat dibuka sebagai akses jalan menuju Sigi, daerah yang terkena gempa 6,2 SR beberapa waktu lalu.

BugisPos — Bupati Sigi, Sulawesi Tengah, Aswadin Randalembah mengatakan, pembukaan akses jalan menuju Kecamatan Lindu yang merupakan wilayah terparah dilanda gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR) pada 18 Agustus 2012 lalu, telah mendapat persetujuan Menteri Kehutanan (Menhut).
“Pada prinsipnya Menhut sudah menyetujui pembukaan akses jalan mobil dari Desa Sadaunta Kecamatan Kulawi sampai ke Kecamatan Lindu,” katanya, Jumat.

Menurut dia, sebagaimana yang dirilis ANTARA, pembukaan jalan ke Lindu yang selama ini hanya bisa dilalui jalan kaki atau naik sepeda motor itu sangat mendesak. Persetejuan menhut diperlukan mengingat akses jalan yang akan dibuka itu merupakan kawasan hutan lindung yang dilindungi oleh Negara.

Salah satu hambatan pendistribusian bantuan untuk para korban bencana gempa bumi di wilayah tersebut karena jalan belum memadai.

“Bayangkan saja suplai bantuan untuk korban gempa ke sana selama akses jalan sepanjang 12 kilometer tertutup tanah akibat gempa terpaksa dengan menggunakan helikopter,” katanya.

Tidak mungkin terus-menerus menggunakan helikopter. “Biayanya pasti sangat mahal,” katanya.

Mengingat Kecamatan Lindu merupakan wilayah paling parah dilanda gempa, kata dia, maka untuk mempercepat pendistribusian bantuan dan rehabilitasi bangunan rumah penduduk, gereja, masjid dan sekolah yang rusak, maka akses jalan mobil harus dibuka.

Gubernur Sulteng, beberapa hari setelah gempa menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Sigi langsung mengusulkan kepada Menhut agar diizinkan pembukaan jalan, sebab masuk dalam kawasan hutan lindung.

Kecamatan Lindu terletak dalam kawasan Taman Nasional Lore-Lindu (TNLL). Karena itu pembukaan jalan memadai yang bisa dilewati kendaraan roda empat harus mendapat izin Menhut.

“Dan Menhut sudah menyetujuinya,” katanya.

Saat ini pelebaran jalan dari Desa Sadaunta sampai ke Desa Puro’o sepanjang 12 kilometer sementara dalam pekerjaan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Pelebaran badan jalan sudah sekitar satu kilometer.(gafar)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya