HTTP Status[404] Errno [0]

Tiga Prinsip Dasar Maksimalkan Penyelenggaraan Pendidikan

10 September 2012 18:38
Tiga Prinsip Dasar Maksimalkan Penyelenggaraan Pendidikan
Mahfud MD.

BugisPos — Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, mengemukakan bahwa ada tiga prinsip dasar keilmuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan di Tanah Air.
Ketiga prinsip dasar keilmuan itu adalah ilmu yang bersifat integral karena ilmu harus memihak dan kebenaran ilmiah bukan berdasarkan otak dan logika, katanya saat menjadi dies reader pada dies natalis Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ke-51 di Banda Aceh, Jumat 31/8/12

“Artinya ada penyatuan antara iman dan taqwa tanpa ada dikotomi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ilmu agama,” katanya.

Mahfud mengatakan, sesuai konstitusi pendidikan di Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan bangsa agar negara maju di berbagai sektor.

Oleh karena itu, ia mengemukakan, pendidikan di Tanah Air membutuhkan kebijakan dari pemerintah dengan tanggung jawab pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh negara.

“Kewajiban negara adalah menyediakan anggaran untuk keberlangsungan pendidikan yang merupakan hak bagi setiap warga negara,” katanya seperti dirilis Antara.

Mahfud menyakini pelaksanaan ketiga prinsip dasar dalam penyelenggaraan pendidikan akan mampu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di masa mendatang.

“Perpaduan antara ketiga dasar penyelenggaraan pendidikan akan mampu melahirkan pemikir dan generasi bangsa yang siap berkontribusi untuk membangun kemajuan negara di masa mendatang,” katanya ketika memberikan orasi ilmiah di universitas berjulukan jantong hatee (jantung hati) rakyat Aceh.

Dalam dies natalis Unsyiah ke-51 tersebut juga hadir Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, yang juga sebagai ketua dewan penyantun Unsyiah dan penasihat Menteri Pertahanan Bidang ekonomi, Andan Gantoe (una)


Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya