HTTP Status[404] Errno [0]

Buron Pembunuh Mertua Tertangkap

11 September 2012 22:24
Buron Pembunuh Mertua Tertangkap
Latanro bin Salinring yang membunuh mertuanya akhirnya tertangkap setelah menjadi buron Daftar Pencaharian Orang (DPO) selama 6 tahun.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Latanro bin Salinring yang membunuh mertuanya akhirnya tertangkap setelah menjadi buron Daftar Pencaharian Orang (DPO) selama 6 tahun.

BugisPos — Perjalanan panjang Latinro Bin Salinring, buron kasus pembunuhan yang terjadi pada 2006 lalu, berakhir. Pria paruh baya itu ditangkap di Kulampu, Kecamatan Majauleng, Sabtu (8/9) malam.

Tersangka melakukan pembunuhan sekitar enam tahun silam di Desa Uraiyang, Majauleng. Korban pembunuhan adalah ayah mertuanya sendiri, Karaka. Sejak membunuh, dia langsung melarikan diri dan bersembunyi di banyak tempat.

“Tersangka sudah diamankan di Mapolres Wajo.Tersangka ini merupakan buron yang masuk daftar pencarian orang (DPO) atas kasus pembunuhan pada 2006 lalu,” kata Kapolres Wajo, AKBP Masrur kemarin, sebagaimana dikutip dari harian Seputar Indonesia.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal(KasatReskrim) Polres Wajo AKP Aksa Mappe, mengatakan, pelaku ditangkap setelah dia kembali ke kampung halamannya dari pelariannya. Polisi menciduknya saat dia beristirahat di rumahnya di Kulampu. Saat ditangkap,tersangka tidak melakukan perlawanan. KasatReskrim menjelaskan, sejak masuk DPO,pelaku cukup lihai menghindari kejaran petugas.

Dalam enam tahun masa pelariannya, dia selalu berpindahpindah tempat.Bahkan,menurut pengakuannya kepada pihak kepolisian,dia pernah tinggal di salahsatudaerahterpencildiPulau Kalimantan.Mulai merasa tidaktenang, diapindahlagike Palu, Sulawesi Tengah. Sebelum kembali ke Wajo, pelaku juga pernah tinggal di sebuah daerah di Sulawesi Tenggara. “Dia terus berkeliling untuk menghindari intaian petugas.

Namun, atas informasi masyarakat bahwa dia sudah kembali, dia akhirnya berhasil dibekuk di kediamannya tadimalam(Sabtu malam),”ujar Aksa kemarin. Pelarian tersangka berawal ketika dia membunuh mertuanya. Motif pembunuhan tersebut sepele,yakni pelaku merasa kesal karena sering dimarahi. “Korban yang saat itu baru saja pulang ke rumahnya dan dimarahi oleh sang mertua. Karena merasa jengkel,korban kemudian melakukan pembunuhan dengansenjatatajam, ”katanya. Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat Pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup.

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya