HTTP Status[404] Errno [0]

Garuda-Na Pilih Tanggal 13, Sayang Mengalah dan IA Mengapresiasi

13 September 2012 22:03
Garuda-Na Pilih Tanggal 13, Sayang Mengalah dan IA Mengapresiasi
Tiga pasangan kandidat yang akan meramaikan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi selatan tanggal 22 Januari 2013 (kiri-kanan) : pasangan Ilham Arif Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) dan Rudiyanto Asapa-Andi nawir Pasanringi (Garuda-Na).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Tiga pasangan kandidat yang akan meramaikan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi selatan tanggal 22 Januari 2013 (kiri-kanan) : pasangan Ilham Arif Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) dan Rudiyanto Asapa-Andi nawir Pasanringi (Garuda-Na).

BugisPos — Pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na), dilakukan tepat tanggal 13 September, pukul 13.00 wita. Angka 13 tersebut bukanlah angka yang dipilih secara kebetulan.

Rudiyanto Asapa sebagaimana yang dikutip dari Seputar Indonesia, mengaku dirinya sengaja memilih tanggal tersebut. Pilihan angka 13 bagi Bupati Sinjai dua periode ini bukanlah angka sial. Sebaliknya, Rudiyanto justru mengaku sebagai penggemar angka yang banyak dihindari banyak orang tersebut.

Rudi menyebutkan tim dan pendukungnya akan berjalan kaki dari kediamannya di Jalan Nikel, No 13, menuju Kantor KPU Sulsel di Jalan AP Pettarani, Makassar.Mereka akan mengenakan kostum bermotif-kotak ala Jokowi-Ahok, cagub-cawagub DKI.

Ketua umum DPD Partai Gerindra Sulsel ini juga sempat curhat ke wartawan soal pencalonan dirinya. Dia mengaku maju sebagai calon gubernur karena perintah dari Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subiyanto.

“Saya maju di Pilgub Sulsel karena perintah Jenderal Prabowo, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Itu perintah dan saya tidak mungkin menolak,” kata Rudi.

Karena alasan tersebut, Rudi mengatakan, Prabowo akan turun tangan langsung dalam mengawal pemenangannya di pilgub mendatang. Menurutnya, apa yang selama ini disebut-sebut di media akan terbukti saat di KPU nantinya.

“Saat ini kami sudah dapat dukungan 20% karena ada lagi satu partai yang masuk. Nanti KPU yang akan umumkan.Intinya kami tidak maju kalau tidak yakin,”terangnya.

Menurut Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas, pihaknya tetap memberi kesempatan kepada Garuda’Na untuk mendaftar di KPU.  “Nanti kita lihat saat pendaftaran. Kalau memang tidak mencukupi, tetap kita berikan waktu hingga pendaftaran berakhir 15 September,” papar Jayadi.

Dia mengatakan, jika dukungan Garuda’Na memenuhi syarat 15%,pihaknya akan menerima. Soal ada dukungan ganda, dari partai yang dimasukkan nantinya, KPU akan melakukan verifikasi.

Â

Sementara itu, dua kandidat kuat yang akan ikut dalam perhelatan pilgub Sulsel 2013, pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) dan pasangan Ilham Arif Sirajuddin-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) akan mendaftar bersamaan, Jumat (14/9/2012).

Guna menghindari terjadinya benturan antara dua massa pendukung, jadwal Sayang dimajukan lebih cepat, yang semula mendaftar pukul 13.00 wita dipercepat jam 11.00 wita.

Pada pukul 14.00 wita, pasangan Ilham Arief Sirajuddin- Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) juga akan melakukan pendaftaran.
“Saya awalnya kecewa kalau ini dimajukan. Tapi, kami hormati banyaknya masukan dari akademisi dan organisasi keagamaan. Tentu itu untuk kepentingan kita bersama,” kata Ketua DPK Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Gowa ini.

Sebelumnya, FKUB Sulsel dan Forum Kewaspadaan Dini Umat Beragama Sulsel mendatangi sekretariat DPD I Partai Golkar Sulsel untuk meminta pasangan Sayang memajukan jadwal pendaftaran di KPU Sulsel.

Para tokoh ini di antaranya, Rahim Yunus (Majelis Ulama Indonesia), Yonggris Lao (Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia Sulsel), Pastor Marsel Lolo Tandung (Perwakilan Gereja Katolik Sulsel), Hans Hartono (perwakilan umat Kong Hu Cu), Gede Durahman (perwakilan umat Hindu), dan Burhanuddin Yusuf (Sekretaris FKUB Sulsel). Rahim Yunus mengakui pihaknya menemui tim Sayang semata-mata agar semua kandidat menghindari benturan massa.

“Kami khawatir terjadi benturan massa apabila waktu pendaftaran sangat berdekatan. Harapan kita, kalau masih memungkinkan jadwal dari Tim Sayang untuk bergeser sebelum salat Jumat sehingga massa dari dua calon tidak bertemu,”katanya.

Terkait perubahan jadwal pendaftaran Sayang, Â kubu Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) memberikan apresiasi. Juru Bicara IA, Selle KS Dalle, mengatakan, sikap yang ditunjukkan Tim Sayang merupakan langkah tepat.

“Terima kasih kepada Tim Sayang atas pengertiannya yang mau kembali ke jadwal semula, yakni mendaftar sebelum salat Jumat,” ujar Selle,kemarin.

Menurut dia, keputusan dari kubu Sayang itu diharapkan bisa terus dipertahankan untuk senantiasa memegang komitmen bersama mewujudkan pilgub aman,damai,demokratis, dan berkualitas.

Berubahnya jadwal pendaftaran pasangan Sayang di KPU mengakibatkan rute yang akan dilewati tim Sayang juga berubah. Awalnya, tim Sayang akan mengambil startdari Masjid HM Asyik dan berjalan kaki ke KPU.Kini,Masjid HM Asyik menjadi tempat terakhir berkumpulnya pendukung Sayang untuk salat Jumat. Garis start dimulai dari kediaman orang tua Syahrul di Jalan Haji Bau.

Prosesi tersebut dihadiri oleh seluruh delegasi partai politik (parpol) pengusung dan tim pemenangan Sayang sebelum bertolak ke KPU Sulsel di Jalan AP Pettarani. “Kita kumpul jam 9.00 dan mendaftar di KPU Sulsel jam 11.00 Wita. Prosesi menuju pendaftaran ini akan disemarakkan dengan kegiatan bernuansa budaya antara lain barongsai dan kelompok tanjidor yang berada di sejumlah titik,” jelas Ketua Tim Pendaftaran, Rahmansyah.

Dengan perubahan rute tersebut, lokasi konsentrasi massa kubu Syahrul menjadi lebih dekat lagi dengan tempat perkumpulan pendukung Ilham. Tim Syahrul akan mengumpulkan massa di Jalan Haji Bau, sementara tim dan pendukung Ilham berkumpul di Masjid Al- Aqsa Jalan Maipa, Makassar, sebelum ke Kantor KPU Sulsel. Selain salat Jumat, akan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan keagamaan.

Setelah itu, Ilham dan Aziz akan diarak oleh para pendukungnya hingga halaman kantor KPU, terutama dari partai pendukung. Selain itu, sebagian timnya tetap stanby di Jalan Maipa untuk melaksanakan zikir dan doa bersama agar pendaftaran berjalan lancar, serta proses pilgub tetap damai.

Kordinator Media IA,Syamsu Rizal,menguraikan,pasangan yang diklaim dwitunggal dan dwikualitas itu akan melalui rute dari Jalan Maipa menuju Jalan Pasar Ikan, Bundaran Tugu Mandiri.Dari situ,berbelok masuk ke Jalan Achmad Yani, Jalan Masjid Raya, Jalan Urip Sumiharjo, dan berbelok ke Jalan Pettarani di flyover hingga ke halaman kantor KPU Sulsel.

“Rombongan pengantar tidak semua bisa masuk ke KPU, sehingga yang dimungkinkan mengantar hanya parpol pengusung dan istri kandidat.Makanya, pada saat yang bersamaan, pendukung IA di kabupaten/ kota juga akan menggelar dzikir bersama. Baik dari tim pejuang,relawan,tim jaringan, maupun simpatisan lainnya,” urai Ical,sapaan akrab Syamsu Rizal.

Selain menggelar dzikir, Ilham yang juga wali kota Makassar dua periode itu dijadwalkan melakukan kegiatan bersih-bersih hari ini di Lapangan Hertasning. Penanggung jawab kegiatan, Basdir, menjelaskan, kegiatan bersih-bersih jelang pendaftaran itu dinilai penting.“ Sesibuk bagaimana pun di pilgub,Pak Ilham tetap menjalankan kewajibannya sebagai wali kota Makassar,” tuturnya.(gafar) Â

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya