HTTP Status[404] Errno [0]

KTNA Sulsel Usul Ada Standar Harga Jagung dan Kedele

13 September 2012 22:04
KTNA Sulsel Usul Ada Standar Harga Jagung dan Kedele
Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulawesi Selatan usulkan penetapan harga dasar untuk jagung Rp2.500 per kilogram (kg) dan kedelai Rp8.000 per kg ke Perum Bulog.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulawesi Selatan usulkan penetapan harga dasar untuk jagung Rp2.500 per kilogram (kg) dan kedelai Rp8.000 per kg ke Perum Bulog.

BugisPos — Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengusulkan penetapan harga dasar untuk jagung Rp2.500 per kilogram (kg) dan kedelai Rp8.000 per kg ke Perum Bulog. Harga dasar ini diajukan seiring dengan penugasan pemerintah kepada Perum Bulog untuk menjadi pembeli dua komoditas tersebut.

Ketua KTNA Sulsel Rahman Daeng Tayang seperti yang dikutip dari media Seputar Indonesia, mengatakan, harga dasar tersebut sudah diperhitungkan sesuai dengan kesejahteraan petani.Beberapa di antara petani telah menjual jagung dan kedelai dengan harga tersebut.Harga tersebut tinggal ditetapkan menjadi Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Harga jagung sebelum Juli masih Rp2.100 per kg, kini naik dan kami harapkan itu menjadi harga dasar pembelian. Kalau harga di tingkat petani (HTP) saat ini sudah memungkinkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani jagung,”kata dia.

Untuk kedelai, harga sebelumnya Rp7.000 per kg naik menjadi Rp8.000 per kg selisih Rp100 dengan kedelai impor yang dibeli Rp8.100 per kg.Rahman mengatakan, hal ini bisa mendongkrak daya saing petani dan perluasan lahan untuk penanaman kedelai di Sulsel. Lahan pertanian untuk tanaman kedelai di Sulsel tiap tahunnya mengalami penurunan.

Saat ini luas lahan petani yang ditanami kedelai hanya 2.290 hektare (ha). Produksi kedelai Sulsel pada 2011 lalu mencapai 33.720 ton biji kering. Menurut Rahman, jika Bulog telah resmi mengambilalih jagung dan kedelai serta beberapa komoditi lain seperti gula dan daging,kewenangan Bulog untuk mengintervensi dan mengontrol harga di pasaran akan terbuka lebar. “Itu juga akan mengurangi spekulasi dari swasta yang selalu bermain harga,”kata dia.

Di tempat terpisah,Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sulsel Tommy S Sikado mengatakan, pihaknya siap jika mengambilalih komoditi di luar beras tersebut.Walau telah ada penetapan dari Kementerian Koordinator Perekonomian, namun menurut Tommy, belum ada regulasi dasar yang harus dilakukan Bulog.

“Kami masih menunggu langkah selanjutnya.Pada dasarnya untuk pembelian, kami akan selalu berpihak pada petani. Saat rapat revitalisasi Bulog di Jakarta,suara petani pun didengarkan dan memang ada desakan untuk penetapan harga dasar,”tutur dia.

Untuk penetapan harga dasar pembelian dari petani,Tommy masih menyerahkan kebijakan tersebut ke kantor pusat. Begitu pula dengan gula. Namun, menurut dia, untuk gula, pihaknya akan mengikuti kebijakan yang telah berlaku di mana setiap distributor harus mengikuti lelang sebelum mengambil alih.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya