HTTP Status[404] Errno [0]

Pemerintah Berencana Alihkan Kuota Minyak Tanah ke Premium

13 September 2012 21:56
Pemerintah Berencana Alihkan Kuota Minyak Tanah ke Premium
Pemerintah berencana akan mengganti subsidi minyak tanah ke subsidi premium. Rencana ini masih dalam pembahasan dengan DPR RI.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Pemerintah berencana akan mengganti subsidi minyak tanah ke subsidi premium. Rencana ini masih dalam pembahasan dengan DPR RI.

BugisPos — Menteri Keuangan Agus Martowardojo masih belum berani memastikan kuota minyak tanah akan dialihkan menutupi kekurangan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium.

“Belum. Nanti kalau sudah selelesai pembahasan sama  Menteri ESDM, baru kita sebutkan,” ungkapnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta sebagaimana yang dirilis TribunNews.com , Kamis (13/9/2012).

Agus masih belum bisa mengungkapkan apa solusi alternatif yang akan diambil pemerintah untuk menutupi kekurangan kuota premium.

Ditegaskan, pihaknya masih menunggu hasil laporan Menteri ESDM, Jero Wacik kepada komisi VII DPR dan Badan Anggaran DPR mengenai hal itu.

“Ini sedang disiapkan Menteri ESDM. Karena ini  salah satu kebutuhan yang  kita harus rencanakan  supaya kita mempunyai cukup BBM di tahun 2012,” jelasnya.

Pun demikian dengan berapa nilai dana yang diusulkan untuk ditambah agar dapat menambah kekurangan kuota premium. “Belum bisa dibicarakan.  Tetapi  kalau dari sisi volume itu antara 3-4 juta kiloliter (kl) tambahannya,” sebut Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini kepada wartawan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan akan menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi empat juta kiloliter (kl) untuk mengantisipasi habisnya kuota di beberapa daerah.

Dirjen Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Evita H Legowo mengatakan, pemerintah akan ambil jatah kuota minyak tanah (kerosene) untuk menutup kekurangan kuota premium.

“Kita bisa menggunakan jatah kuota kerosene, karena jatah ke­rosene masih berlebih. Jadi bisa digeser dulu dijadikan pre­mium,” kata Evita di kantornya, Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Menurut Evita, itu dilakukan jika izin penambahan dari DPR belum turun. Sebab, dalam aturannya pemerintah harus izin dulu ke DPR. Pihaknya sudah mengi­rim surat ke Komisi VII DPR untuk membahas tambahan kuota BBM subsidi yang bakal habis ini.

Menurut Evita, pemerintah akan secepatnya membicarakan permintaan tambahan kuota BBM subsidi paling lambat 10 September 2012. Kalau disetujui, pemerintah bisa langsung menambah pasokannya.

Dia menegaskan, tambahan kuota BBM hanya untuk daerah yang kekurangan seperti DKI Jakarta yang akan habis 15 September.  “Jadi nggak semua. Karena (kuota BBM subsidi) lewatnya baru 12 persen dari yang ditargetkan. Biasanya kita lihat, mana sih yang kurang. Kalau cukup tidak ditambah. Hanya yang kurang,” jelas Evita.

Untuk diketahui, realisasi penyaluran BBM bersubsidi hingga 30 Agustus 2012 sudah mencapai 29,32 juta KL dari jatah 40 juta KL di tahun ini.  Bahkan, hingga akhir Agustus, konsumsi BBM subsidi yang sudah diha­biskan ini melewati kuota yang di­tetapkan 26,24 juta KL.

Premium, dari kuota 16,185 juta KL, realisasi konsumsinya 18,441 juta KL atau kelebihan 14 persen. Solar, dari kuota 9,138 juta KL, realisasi konsumsinya 10,065 juta KL atau kelebihan 10 persen dan kerosene (minyak ta­nah) dari kuota 923.052 KL, rea­lisasi lebih rendah yaitu 793.154 KL.

Berdasarkan perhitungan Pertamina, ada lima daerah akan habis kuotanya, yaitu Jakarta akan habis 15 September, Jawa Barat 22 Oktober, Kalimantan Barat 26 Oktober, Kepulauan Riau 28 Oktober dan Kalimantan 5 November.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya