HTTP Status[404] Errno [0]

Diproses KPK, Bupato Buol Minta Syahrul jadi Saksi Meringankan

17 September 2012 22:40
Diproses KPK, Bupato Buol Minta Syahrul jadi Saksi Meringankan
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Pemanggilan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)Â yang dijadwalkan Senin, (17/9/2012), hanya sebagai saksi meringankan atas tersangka Amran Batalipu dalam kasus dugaan suap kepengurusan hak guna usaha (HGU) perkebunan di Buol, Sulawesi Tengah.
Syahrul yang juga Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu, sebagaimana yang dirilis Tribun Timur.com, Â diminta oleh Bupati Buol, Amran sebagai saksi meringankan dalam sistem birokrasi pemerintahan.

Selain memanggil Syahrul Yasin Limpo, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Prof. DR Muladi SH dari perwakilan The Habibie Center. Sama seperti Syahrul Yasin Limpo, Muladi juga rencananya akan diperiksa sebagai saksi meringankan atas permintaan Amran.

“Pemeriksaan Syahrul Limpo dan Muladi adalah sebagai saksi meringankan atas permintaan tersangka bupati Buol,” tutur Juru Bicara KPK, Johan Budi kepada wartawan.

Johan Budi menambahkan, baik Syahrul Limpo maupun Prof Muladi menolak menghadiri panggilan penyidik. Hal itu telah disampaikan keduanya ke penyidik KPK.

“Keduanya tidak bersedia hadir dan sudah disampaikan kepada penyidik,” terangnya.

Dia menjelaskan, sikap penolakan merupakan kewajaran dalam proses penegakan hukum.

“Itu wajar dan bisa kapan saja. Bisa menolak dan menerima,” tandasnya.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya