HTTP Status[404] Errno [0]

ABK Asal Sinjai Ditangkap Polisi Australia

24 September 2012 01:17
ABK Asal Sinjai Ditangkap Polisi Australia
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Seorang Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia asal Sinjai, Muhammad Udin, 19, terancam hukuman di negara Australia. Dia ditangkap pihak kepolisian Australia atau Australian Federal Police (AFP).

Saat ini, Udin sedang menjalani proses hukum di Northerm Immigration Detention Centra (NIDC) di Darwin Australia. Udin menjalani proses investigasi pihak Australian Federal Police (AFP).

Warga Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara ini diduga terlibat dalam penyelundupan manusia. Proses hukum ini harus dijalani Udin setelah tertangkap membawa 30 imigran pencari suaka asal Afganistan dan Iran.

Dia ditangkap otoritas Australia bersama rekannya, Muhammad Hadi, 16, yang juga warga Lappa di Perairan Pulau Pasir Australia sejak akhir Agustus lalu.

Hanya saja, Muhammad Hadi tidak diproses lebih lanjut karena usianya masih di bawah 18 tahun. Bahkan Muhammad Hadi sudah difasilitasi pemulangannya ke tanah air sampai ke Sinjai.

Dengan demikian, hanya Udin yang kini terancam hukuman jika terbukti terlibat dalam penyelundupan 30 imigran pencari suaka tersebut. Investigasi untuk memastikan apakah Udin memenuhi syarat untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Australia akan memakan waktu selama 90 hari. Kendati demikian, pihak Konsulat RI di Darwin akan memastikan Udin diperlakukan dengan baik.

Informasi adanya warga Sinjai tersangkut kasus hukum ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Sinjai, Amsul A Mappasara setelah menerima rilis dari pihak Kementrian Luar Negeri. Amsul menyayangkan informasi ini baru sampai di Sinjai sehingga tidak langsung ditanggapi. Apalagi, dia mengaku baru mengetahui ada warga Sinjai yang tertangkap pada, Rabu, (19/9/2012).

Amsul mengatakan berdasarkan informasi yang diterima dari Kemenlu, ABK asal Sinjai tersebut saat ini sudah diamankan dan mendapat perlakukan baik. Selain itu, kabar yang diterima, kalaupun terbukti terlibat dalam penyelundupan imigran gelap, putusannya akan diusahakan lebih ringan.

“Masalahnya dia (Udin,red) hanya dikategorikan bagian kecil dari organisasi penyelundupan manusia,” jelas Amsul sebagaimana yang dikutip dari FAJAR online, Jumat, (21/9/2012).
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, baru mengetahui informasi tersebut dari wartawan. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sinjai, Taiyeb A Mappasere menyebut baru mendengar setelah dikonfirmasi FAJAR. “Nanti saya tanyakan dulu,” ujarnya.(gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya