HTTP Status[404] Errno [0]

Bareskrim : Kasus Korupsi Umumnya dari Pengadaan Barang dan Jasa

24 September 2012 22:38
Bareskrim : Kasus Korupsi Umumnya dari Pengadaan Barang dan Jasa
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Indonesia (Bareskrim) mencatat sebagian besar kasus korupsi di daerah berasal dari pengadaan barang dan jasa. “Dari kasus-kasus korupsi yang ada, sebagian besar terdapat di pengadaan barang dan jasa,” ujar Kasubdit Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri Komisaris Besar Akhmad Wiyagus, di Menara Kadin, Jakarta baru-baru ini.

Dalam proses pengadaan barang dan jasa yang tidak transparan ditambah lagi lambannya reformasi birokrasi di daerah menyebabkan korupsi terus berlangsung. Ia berharap kondisi tersebut bisa segera ditanggulangi.

Di antaranya dengan penerapan transparansi proses pengadaan barang dan jasa yang dimulai dari pendaftaran, persiapan, penandatanganan kontrak, dan serah terima pendanaan.

“Makanya kami dan Kadin bekerja sama melakukan pencegahan mengacu pada ketentuan yang ada di dalam pengawasan,” ucap Akhmad sebagaimana yang dilansir Tempo.co.

Data lembaganya mencatat, hingga September 2012, sebanyak 353 kasus korupsi berhasil diungkap penyidik. Dari jumlah itu sekitar 70 persennya di antaranya merupakan temuan di bidang pengadaan barang dan jasa. Angka tersebut masih jauh dari proyeksi Bareskrim Mabes Polri di tahun ini yang menargetkan bisa menangani 604 kasus korupsi, lebih tinggi dari tahun lalu sebanyak 475 kasus korupsi.

Akhmad mengakui, dalam penanganan kasus korupsi, lembaganya hanya berfungsi sebagai teknis yang bertindak jika terdapat laporan terindikasi korupsi. “Kami secara preventif belum optimal karena memang harus ada pembagian-pembagian tugas, Kita lebih banyak melakukan penindakan secara represif,” katanya.

Sebelumnya ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Tadjudin Noer Said, mengungkapkan sekitar 80 persen proses tender proyek lembaga pemerintah diduga bermasalah. Temuan tersebut diperoleh lembaganya berdasarkan penyelidikan di lapangan hingga tingkat kota dan kabupaten kota. “Soal angkanya tidak boleh dijelaskan,” ujarnya waktu itu.(far)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya