HTTP Status[404] Errno [0]

Enam Pelanggaran Pilkada Masuk ke Panwaslu Sulsel

24 September 2012 22:42
Enam Pelanggaran Pilkada Masuk ke Panwaslu Sulsel
Enam Pelanggaran Pilkada Masuk ke Panwaslu Sulsel
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Enam Pelanggaran Pilkada Masuk ke Panwaslu Sulsel

BugisPos — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulsel telah menerima enam laporan masyarakat terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sulsel. Empat laporan diantaranya berasal dari tim hukum pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, satu laporan dari Anti Corruption Committe (ACC), dan satu laporan lainnya merupakan tembusan dari Panwaslu Kabupaten Takalar.
Juru Bicara Panwaslu Sulsel, Anwar di kantornya, Jl Bonto Langkasa I nomor 1, Makassar, mengatakan laporan-laporan yang telah tercatat, beberapa diantaranya telah melalui tahap pengkajian. Hasil kajian tersebut akan menjadi bahan dalam rapat pleno mereka.

“Sudah ada enam yang masuk. Beberapa sudah dikaji sebelum diplenokan. Hasil pleno itu ada dua, apakah laporan tersebut kewenangannya panwas atau bukan, kalau bukan kewenangannya panwas, maka itu akan diteruskan ke instansi yang terkait,” kata Anwar.

Namun jika hasil pleno merupakan kewenangan Panwaslu, maka akan diklasifikasikan masuk sebagai kategori pelanggaran adminstrasi, pidana, kode etik, atau kategori sengketa pilkada.

Keenam laporan yang diterima Panwaslu Sulsel, seperti yang dikutip dari Tribun Timur.com, masing-masing, dua laporan dari tim hukum pasangan Cagub-Cawagub Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin-Azis Qahhar Mudzakkar (IA) terkait dugaan kecurangan dalam DP4 yang diserahkan oleh Pemprov Sulsel kepada KPU dan laporan terkait dukungan ganda parpol dengan pihak terlapor KPU Sulsel dan pasangan kandidat Rudiyanto Asapa-Nawir Pasinringi (Garuda-Na).

Kemudian laporan dari lembaga Anti Corruption Committee (ACC) atas dugaan tindak pidana korupsi di KPU Sulsel dalam pengadaan logistik Pilgub Sulsel dan satu laporan lainnya terkait pelaksanaan Pilkada Takalar.

Sedangkan dua laporan lainnya berasal dari tim hukum pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) semuanya tentang keterlibatan aparat Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan terlapor masing-masing Lurah Wajo Baru, Kecamatan Bontoala, Makassar, Amiruddin NS dan Lurah Balang Baru, Ramlah Rasyid.

Koordinator Tim Hukum pasangan Sayang, Amirullah Tahir yang ditemui usai melapor di Panwaslu Sulsel, Senin (24/9/12) mengatakan Amiruddin NS terbukti secara hukum bersurat kepada ketua ORW/ORT di wilayahnya untuk mengerahkan massa minimal 20 orang untuk mengantar pasangan IA mendaftar di KPU Sulsel.

Sedangkan Ramlah Rasyid dilaporkan juga karena terbukti bersurat kepada ORT/ORW untuk menghadiri acara nonton bareng deklarasi pasangan IA di Kafe Persada, 7 September lalu.

“Yang kami laporkan di Panwaslu intinya, adanya keterlibatan PNS secara resmi dengan melakukan kegiatan politik yang sebenarnya bukan menjadi tuhas dan kewenangannya sebagai PNS,” kata Amirullah.(far)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya