HTTP Status[404] Errno [0]

Polda Sultra Tangkap Pasutri Pemeras Rp700 Juta

24 September 2012 00:45
Polda Sultra Tangkap Pasutri Pemeras Rp700 Juta
Wakapolda Sultra Kombes Pol Drs. Alfons memberi keterangan pers terkait kasus pemerasan tersangka pasutri inisial LYA dan TT sebesar Rp700 juta.(foto : arfan/BugisPos.com)
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Wakapolda Sultra Kombes Pol Drs. Alfons memberi keterangan pers terkait kasus pemerasan tersangka pasutri inisial LYA dan TT sebesar Rp700 juta.(foto : arfan/BugisPos.com)

BugisPos — Sepasang suami istri (pasutri) terpaksa digelandang ke Polda Sulawesi Tenggara karena melakukan aksi pemerasan. Korban pemerasan yang dilakukan tersangka berinisial LYA (42 tahun) dan istrinya berinisial TT (40 tahun), dilakukan terhadap seorang pengusaha yang masih keluarga dekat Gubernur Sultra.

Pasangan suami istri yang tinggal di BTN Palm Mas Kota Kendari itu diciduk petugas Direktorat satuan kriminalitas (Ditreskrim) Polda Sultra, Kamis (20/9/2012) di rumahnya sekitar pukul 21.30 wita. Pasutri yang pernah bekerja sebagai staf di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini telah melakukan pemerasan hingga korban mengalami kerugian Rp700 juta.

Dalam keterangan pers yang diberikan, Wakapolda Sultra, Kombes Pol. Drs. Alfons di ruang rapat Ditkrimsus mengemukakan, berdasarkan informasi dari masyarakat, jajaran Polda Sultra melakukan pengembangan kasus ini. Dan pada Kamis dilakukan penangkapan terhadap pasutri tersebut.

Menurut Alfons, modus dari dua tersangka tersebut adalah dengan memanfaatkan kondisi yang ada di sultra saat ini, yakni momentum pemilihan gubernur yang akan dihelat Nopember nanti. Dengan dalih akan mengamankan gubernur agar bisa terpilih kembali pada periode 2013-2018, pasutri tersebut awalnya akan memeras gubernur Sultra, namun gagal dilakukan.

“Karena gagal memeras Gubernur Sultra, maka tersangka mencoba memeras keluarga gubernur bernama Hamran, seorang pengusaha. Tersangka telah memeras 700 juta rupiah, 200 juta uang tunai serta 500 juta berupa cek masing-masing 300 juta dan 200 juta rupiah,” jelas Alfons.

Tindak pidana yang telah di lakukan tersangka pasutri tersebut, dapat dijerat pasal 368 KUHP dan 378 KUHP tentang pemerasan dan penipuan  dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun.(arfan/gafar)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya