HTTP Status[404] Errno [0]

Juwita Bahar Kehilangan Masa Remaja

26 September 2012 01:22
Juwita Bahar Kehilangan Masa Remaja
Juwita Bahar
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Juwita Bahar

BugisPos — Karena sibuk, artis Juwita Bahar sejak kelas dua SMP memilih jalur pendidikan melalui home scholling. Remaja berusia 16 tahun itu, pun mengaku rindu dengan masa kecil kala di mana dirinya bisa sekolah umum. “Sebenarnya lebih enak sekolah biasa ya banyak temannya. Itu yang enggak aku dapat di home scholling,” paparnya di studio Hanggar, Pancoran, Jakarta, Senin 24/9/2012 malam.

Diakui Juwita, semenjak menempuh pendidikan home scholling, ia tak memiliki banyak teman. Untuk ke luar rumah sekedar menikmati udara segar, ia hanya ditemani sang mama, Anissa Bahar. “Aku aja jarang keluar kalau enggak ditemanin mama atau sama pacar,” ucapnya.

Juwita lebih lanjut berkata, jika dirinya sebenarnya sangat ingin merasakan masa-masa remaja di bangku sekolah. Namun, tampaknya hal itu tak bisa terwujud karena kesibukannya yang padat. “Kalau masih terbentur dengan karir, aku masih tetap home scholling. Sebenarnya sih pingin sekolah biasa. Apalagi katanya masa SMU itu masa yang menyenangkan,” serunya seperti dirilis C&R

Karena itu sempat terbayang di benaknya tentang indahnya masa kecil. “Jadi kepingin jadi anak kecil terus,” gumamnya tersenyum.

Ingin Nyanyi Po

Â

Juwita Bahar sejak tiga bulan lalu, sibuk menyiapkan proyek duetnya dengan Jelita, sang kakak. Bukan aliran dangdut yang ia pilih untuk single perdananya ini. Ia dan sang kakak mengeluarkan single ber-genre pop.

“Alhamdulillah single-nya sudah jadi. Judulnya masih belum boleh dipublikasikan,” ujar gadis berambut panjang ini saat ditemui seusai launching single milik Nassar KDI di Hotel Santika 21/3/2012 lalu.

Meski sejak kecil dikenal sebagai penyanyi dangdut, gadis kelahiran Jakarta, 1 Januari 1996 ini ternyata sudah sejak dulu ingin menyanyi pop. Sejak kecil dicekoki dangdut membuat pemilik nama asli Juwita Thofany Sanjayaagak kesulitan ketika membawakan lagu-lagu pop.

“Lumayan sulit juga. Kalau sudah nyanyi dengan vibra pasti keluar suara ngirung khas dangdutnya. Jadi masih harus terus latihan vokal,” kata Juwi.

Pindah aliran dari dangdut ke pop ternyata tidak masalah bagi kedua orang tua Juwi. Mereka berdua bahkan mendukung sepenuhnya.

“Mama bahkan menjadi manager kami. Semua urusan pekerjaan mama yang urus,” ujarnya (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya