HTTP Status[404] Errno [0]

Tim Ilham-Aziz Ladeni Pemprov, Serahkan DP4 yang Diduga Bermasalah

28 September 2012 00:50
Tim Ilham-Aziz Ladeni Pemprov, Serahkan DP4 yang Diduga Bermasalah
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) meladeni tantangan Pemprov Sulsel untuk menyerahkan temuan Daftar Penduduk Potensi Pemilih Pemilu (DP4) berpotensi ganda ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel.
Tim Ilham-Aziz yang biasa diakronimkan IA ini, seperti yang dilansir FAJAR online, menyerahkan temuan DP4 yang diduga bermasalah, Rabu, (26/9/2012). data yang berisi daftar nama pemilih yang disinyalir ganda diserahkan tim IA ke KPU dalam bentuk soft copy.

“Kita menyerahkan dalam bentuksoft copy. Jika dalam bentuk hard copy akan memakan ribuan lembar kertas,” ujar Koordinator Tim Teknis Data Pemilih IA, Hamka Hidayat didampingi Koordinator Tim Hukum dan Advokasi IA, Hasbi Abdullah, di KPU Sulsel, kemarin.
Data yang diserahkan tim IA berisi 773.010 nama pemilih yang disinyalir terdaftar di lebih dari satu kabupaten, atau ganda lintas kabupaten. Data temuan tim IA tersebut diterima Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas di ruang kerjanya, kemarin.
Sementara itu, temuan IA dalam DP4 yang disinyalir ganda dalam kabupaten atau terdaftar lebih dari satu kali dalam kabupaten yang sama, ada 674.114 ribu lebih. Data ini dikirim Tim IA ke masing-masing KPU Kabupaten/Kota se-Sulsel. Pasalnya, verifikasi data ini memang dilakukan oleh KPU melalui bantuan Panitia Pemutkahiran Data Pemilih (PPDP).
Hamka mengungkapkan, setelah data hasil olahan tim IA tersebut diserahkan secara resmi, selanjutnya menjadi tugas KPU dan jajarannya untuk melakukan pemutakhiran demi menghasilkan daftar pemilih yang benar-benar akurat.
Menurut Hamka, penyerahan data temuan bermasalah ini karena memang sudah menjadi tujuan awal tim IA membantu kerja penyelenggara untuk menciptakan pilgub Sulsel yang berkualitas. Mengherankan jika ada pihak yang merasa keberatan atas upaya meminimalisasi potensi kecurangan ini. Apalagi, akar dari segala kecurangan adalah data pemilih yang bersumber dari DP4 tersebut.
Koordinator Tim Hukum IA, Hasbi Hasbullah menambahkan, dengan diserahkannya data tersebut, KPU kini bertanggung jawab membereskan dan menuntaskan masalah tersebut. Sebab, pada akhirnya katanya akan ketahuan, apakah KPU serius bekerja atau tidak.
“Kami akan lihat nanti pada saat penyerahan daftar pemilih sementara (DPS). Jika memang temuan ini belum dibersihkan atau belum berubah, berarti ada oknum di KPU Sulsel yang juga ingin bermain-main dan menjadi bagian dari kecurangan. Ini harus diwaspadai,” tegas Hasbi.
Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas mengaku sangat merespons niat baik IA yang mau mengkritisi DP4 tersebut. Jayadi berharap tim bakal pasangan calon lainnya juga melakukan hal sama jika menemukan hal-hal yang meragukan dalam DP4 tersebut.
“Karena kalau sudah ditetapkan baru mau dikritisi, maka itu menjadi hal yang sudah susah untuk diperbaiki. Mumpung sekarang KPU masih melakukan pemutakhiran, maka sebaiknya semua elemen masyarakat ikut memantau DP4 ini,” tandasnya.
Jayadi mengakui, persoalan data pemilih merupakan hal yang paling mendasar dalam pemilihan kepala daerah. Jayadi mengakui jika data pemilih amburadul, maka kualitas pilgub juga terancam. “Makanya, KPU pasti bekerja keras untuk menghasilkan data pemilih terbaik dan tervalidasi,” janji Jayadi Nas.
Sementara itu, Ketua Devisi Teknis dan Verifikasi Data Penyelenggaraan Pemilu KPU Sulsel, Ziarurrahman di ruang kerjanya, Rabu 27 September menyarankan kubu Ilham-Aziz agar menyerahkan indikasi pemilihan ganda langsung ke Panitia Pemilihan Kecamatan. Agar, tim IA bersama PPK atau PPS bisa berkoordinasi membuktikan dugaan pemilih ganda yang jumlahnya mencapai 1,4 juta pemilih itu.
“Kalau ada data yang riil, yang berupa print out, sebaiknya langsung dikoordinasikan bersama PPD, PPS dan PPK. Tapi ingat, datanya jangan rekap, bahwa di desa ini ada 20 pemilih ganda tapi tidak detail siapa-siapa saja mereka. Karena itu akan menyulitkan petugas kita di lapangan,” kata dia.
Jika diserahkan ke KPU Sulsel dulu, prosesnya akan lebih panjang. Sebab data tersebut akan dipilah-pilah, lalu diteruskan kepada KPU kabupaten/kota, PPK dan PPS yang di daerahnya terindikasi memiliki pemilih ganda.

Tahapan pemutakhiran data akan berlangsung hingga akhir Oktober mendatang. Selama belum ditetapkan menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap), siapa pun boleh memasukkan saran dan kritikan.(far)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya